Olahraga

Pergantian 2 Pemain Tuai Kontroversi, Begini Penjelasan Pelatih Persik

Persik Kediri saat menghadapi Persebaya Surabaya beberapa waktu lalu

Kediri (beritajatim.com) – Keputusan Pelatih Persik Kediri Joko Susilo dalam merotasi pemainnya saat menghadapi Persebaya Surabaya dalam Piala Menpora, kemarin malam menulai kontroversi. Pergantian Krisna Bayu Otto Kartika dan Faris Aditama dinilai kurang tepat.

Dengan pergantian dua pemain tersebut dianggap malah membuat Persik Kediri kehilangan ritme permainan. Bahkan, skuad Macan Putih akhirnya terus ditekan habis-habisan oleh lawannya. Padahal sebelumnya, kedua pemain ini baik Bayu Otto dan Faris Aditama merupakan kreator serangan.

Keduanya bermain cukup baik di pertandingan babak pertama. Namun kedua pemain ini justru diganti di awal babak kedua menit 46, yang membuat alur serangan Persik Kediri kendor. Bahkan nyaris tak ada ancaman berarti bagi tim lawan.

Pelatih Joko Susilo yang dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya mengaku, keputusan itu diambil lantaran mempertimbangkan faktor kondisi fisik pemain. Dirinya tidak akan memaksakan kehendak, karena mengerti dengan kondisi pemainnya yang belum sepenuhnya fit.

Joko tidak mau mengambil risiko besar dengan memaksakan Bayu Otto dan Faris untuk terus bermain dengan intensitas tinggi. Dirinya khawatir apabila keduanya dipaksakan bermain bakal berakibat buruk, bahkan cidera. Karena menurut, Gethuk, sapaan akrab pelatih Persik Kediri, tujuan atau target tim ialah di kompetisi Liga 1.

“Harus kita ketahui terlebih dahulu, jika target kita adalah di kompetisi Liga 1 nanti. Bukan di sini (Piala Menpora). Di Piala Menpora ini sebagai ajang kita untuk membentuk pondasi kerangka tim. Baik itu melakukan pembenahan mental dan taktikal,” ujarnya.

“Di satu sisi, kondisi fisik pemain juga belum sepenuhnya fit pasca libur panjang kompetisi akibat pandemi. Ditambah kita baru hanya seminggu latihan. Makanya saya tidak ingin mengambil risiko besar dan melakukan pergantian. Lantas dengan pergantian itu kita juga bisa menilai pemain berikutnya sebagai catatan kita untuk membentuk komposisi tim yang benar-benar tepat di kompetisi Liga 1 nanti,” ungkapnya.

Menurut Joko, sisi mental pemain bakal menjadi PR utamanya. Dirinya dituntut untuk segera membenahi persoalan tersebut. “Mental harus kita perbaiki lagi. Kita tahu, dengan sedikit kesalahan yang dilakukan oleh pemain kami kemarin terutama hingga menyebabkan terjadinya penalti, keadaan itu membuat pemain menjadi down dan secara otomatis apa yang kita terapkan di babak pertama menjadi sia-si,” katanya.

“Dan itu juga berpengaruh terhadap permainan tim di sepanjang jalannya pertandingan di babak kedua. Jadi fokus kami di sini menang untuk mental dan taktikal sesuai yang saya bicarakan di awal sebelum dimulainya pertandingan di Piala Menpora ini,” jelas Gethuk.

Sebelumnya, Persik Kediri dipaksa menelan pil pahit kekalahan saat melawan Persebaya Surabaya di pertandingan perdananya Group C Piala Menpora, Selasa (23/3/2021). Bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung Jawa Barat, tim berjuluk Macan Putih itu kalah dengan skor tipis 2-1.

Dua gol Persebaya Surabaya keseluruhan dicetak melalui tendangan penalti, yang dieksekusi oleh Samsul Arif Munip di menit 64 dan 70. Dua gol itu pun secara langsung menenggelamkan Persik Kediri di laga perdananya. Sedangkan gol Persik Kediri dicetak oleh Andri Ibo di menit 60 yang juga dilakukan melalui tendangan penalti. [nm/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar