Iklan Banner Sukun
Olahraga

Percaya Kualitas, Timnas Thailand Tidak Banyak Melakukan Naturalisasi Pemain

(Foto: Prapoth Panchuea, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Tim Nasional sepakbola Thailand kerap meraih berbagai prestasi bergengsi. Hebatnya lagi, ternyata terdapat di kedalaman skuad Timnas Thailand jarang diisi pemain naturalisasi.

Karena itu, jumlah pemain lokal Thailand terbilang sangat mendominasi di Timnas daripada pemain naturalisasi. Selain kualitas pemain lokal itu, ini beberapa alasan lain ketangguhan dari skuad Timnas Thailand yang jadi raja di Asia Tenggara.

Pemain lokal yang lebih unggul

Tidak bisa dipungkiri jika kualitas pemain lokal Thailand memang cukup bagus. Bahkan dapat dikatakan lebih baik ketimbang para pemain naturalisasi.

Bukti nyata akan kualitas pemain lokal Thailand ialah para pemainnya yang mampu berkompetisi di beberapa liga teratas Asia, khususnya di Liga Jepang. Para pemain tersebut bukan hanya cadangan semata, bahkan beberapa ada yang dipercaya sebagai starter.

Perbandingan

Dilihat dari data sementara ini, kebanyakan pemain naturalisasi Thailand yang sering dijumpai merupakan pemain berposisi sebagai bek. Misalnya saja ada nama Manuel Bihr dan Elias Dolah.

Namun pemain naturalisasi tersebut punya perbedaan yang cukup kontras dengan bek lokal yang kini bermain di Liga Jepang, Theerathon Bunmathan. Sebagaimana dilansir dari situs Transfermarkt, Theerathon Bunmathan unggul jauh dengan 20 gelar di level klub dan 1 gelar individu. Sementara itu Manuel Bihr dan Elias Dolah belum pernah memenangkan satu trofi sekalipun selama berkarir.

Kualitas Liga Thailand yang Bagus

Kerap menyodorkan tim-tim kuat hingga ke ajang Liga Champions Asia tentu sudah menjadi gambaran betapa kuat kualitas Liga Thailand saat ini. Bahkan tidak sedikit pula yang mengatakan jika kini Liga Thailand merupakan salah satu Liga terbaik di kawasan Asia. Itu dapat dibuktikan dari persaingan yang sangat ketat antar klub Thailand.

Selain beberapa hal itu, Liga Thailand juga menawarkan gaji yang besar. Gaji itu tentu mampu menjadi motivasi tersendiri bagi para pemain lokal untuk bermain lebih baik lagi, demi menggali potensi terpendam. Terlebih pembinaan pemain di usia muda juga cukup ditekankan negara Thailand.

Pembinaan itu tentu semakin meningkatkan kualitas pemain lokal. Disamping itu, jadwal yang lebih tertata rapi tentunya menjadi kabar baik bagi finansial klub di negeri mereka yang tentu akan lebih terjaga. Sebab jadwal pertandingan memiliki pengaruh positif bagi psikis dan fisik pemain dalam berkompetisi. [dan/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar