Olahraga

Peran Besar Madura United FC untuk Ekonomi Madura

Pamekasan (beritajatim.com) – Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi menilai keberadaan timnya memberikan peran besar terhadap jumlah nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari seluruh kegiatan perekonomian masyarakat alias Produk Domistik Regional Bruto (PDRB) di Madura.

Peran dan keberadaan tim berjuluk Laskar Sape Kerrab saat menggelar pertandingan kandang, terbukti memberikan dampak positif bagi perkembangan perekonomian masyarakat. Baik saat berlaga di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) maupun Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan.

Bahkan berdasar catatan yang dilakukan pihak manajemen, perputaran keuangan di setiap pertandingan mencapai angka miliaran rupiah. Tidak terkecuali saat digelar di Pamekasan. “Dalam satu pertandingan, uang berputar saat ber-homebase di Pamekasan mencapai Rp 1,6 miliar,” kata Achsanul Qosasi, Selasa (4/2/2020).

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan jika PDRB di Pamekasan terbilang sangat rendah dibanding tiga kabupaten lain di Pulau Garam, Madura. “Berdasar data BPS (Badan Pusat Statistik) pada 2011 atau sebelum Madura United ada di Pamekasan, PDRB Pamekasan hanya 13,528. Sedangkan tiga kabupaten lainnya sudah diatas itu,” ungkapnya.

“Jadi jika mengacu pada turn over dalam satu pertandingan Madura United yang mencapai Rp 1,6 miliar, kami yakin data pada 2011 itu akan berubah dan tentunya naik. Bahkan tidak menutup kemungkinan juga melampaui PDRB di tiga kabupaten lainnya, baik Bangkalan, Sampang maupun Sumenep,” jelasnya.

Hal tersebut juga diperkuat dengan hasil penelitian berupa skripsi karya pemain Madura United FC, Satria Tama Hardianto yang merampungkan tugas akhir sebagai mahasiswa Jurusan Administrasi Negara di Unitomo Surabaya, pada 2019 lalu.

Dalam karya akhir untuk menyandang status sebagai sarjana tersebut, pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang mengangkat judul ‘Dampak Madura United dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pamekasan’. Ia memanfaatkan kesempatan saat timnya bermarkas di Stadion Gelora Madura, untuk melakukan penelitian.

Berdasar hasil penelitian yang dilakukannya, PAD Pemkab Pamekasan mengalami peningkatan pajak hiburan, pajak restoran, pajak hotel, pajak reklame dan retribusi parkir setelah Madura United menetapkan Kabupaten Pamekasan sebagai markas sejak 2017 lalu.

Berkat kehadiran Madura United, PAD Pamekasan yang sebelumnya hanya mencapai sekitar Rp 36 juta justru meningkat hingga 20 kali lipat dengan nilai sekitar Rp 723 juta pada 2018. “Kami hanya ingin menunjukkan bahwa kehadiran Madura United memberikan kontribusi kepada PAD Pamekasan,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar