Iklan Banner Sukun
Olahraga

Penyerang Persepam Pamekasan Absen Kontra Persipon Ponorogo

Penyerang Persepam, Syaiful Arifin (28) saat bertanding melawan Perssu Sumenep, pada laga bertajuk Derby Madura, di babak pamungkas penyisihan Grup D Liga 3 PSSI Jatim, di Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan, Rabu (10/11/2021).

Pamekasan (beritajatim.com) – Salah satu penyerang Persepam Pamekasan, Syaiful Arifin dipastikan absen membela tim berjuluk Laskar Ronggosukowati, kala bentrok melawan Persipon Ponorogo, pada Babak 32 Besar Liga 3 PSSI Jatim 2021.

Kepastian tersebut terpaksa harus diterima oleh pemain bernomor punggung 28, karena mendapat hukuman kartu merah saat menjalani laga bertajuk Derby Madura, kontra Perssu Sumenep, pada laga pamungkas babak penyisihan Grup D di Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan, Rabu (10/11/2021) lalu.

Pada laga tersebut, pamain yang dikenal memiliki tempramen tinggi terlibat cekcok dengan pemain Perssu dan mengakibatkan kedua pemain dari dua kesebelasan, harus menerima kartu merah dari wasit yang memimlin pertandingan.

“Untuk babak 32 besar nanti, kita kehilangan sosok pemain di sektor depan karena harus menjalani hukuman kartu merah saat bertanding melawan Perssu di laga pamungkas babak penyisihan grup,” kata Pelatih Persepam, Moh Ramli Efendy, Jum’at (19/11/2021).

Kondisi tersebut membuanya harus kembali memutar otak untuk menentukan komposisi pemain, khususnya di sektor depan. “Sesuai regulasi, pemain yang mendapat kartu merah langsung akan absen di tiga laga berbeda. Kondisi itu yang dialami penyerang kami,” ungkapnya.

“Namun yang pasti, hal itu akan terus menjadi evaluasi bagi kita semua khususnya di jajaran tim pelatih. Tidak kalah penting kami juga sudah menyiapkan pengganti yang memiliki posisi sama di sektor depan,” sambung Coach Ramli.

Dari itu pihaknya seringkali menyampaikan kepada seluruh anak asuhnya, agar selalu menjaga sportivitas. Baik saat latihan maupun pertandingan resmi. “Selama ini kami sering mengingatkan kepada pemain agar selalu menjunjung tinggi nilai sportivitas,” jelasnya.

“Hal itu tidak hanya kami sampaikan di saat pertandingan resmi, tetapi juga saat menjalani latihan. Karena bagaimanapun sportivitas dalam sepakbola merupakan segalanya, sehingga pemain harus selalu bisa mengontrol emosi agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya. [pin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar