Iklan Banner Sukun
Olahraga

Penyebab Utama Rusuhnya Suporter Di Derby Della Madonina 16 Tahun Silam

(Foto: Twitter, @acmilan)

Surabaya (beritajatim.com) – Derby Della Madonnina merupakan salah satu Derby di Serie A yang kerap berjalan sengit, panas juga selalu ditunggu para penggemar. Pada derby terbaru Inter mencuri 1 poin di kandang Milan, Senin (8/11) lalu.

Padahal, Inter bisa saja meraih 3 poin, sayang penalti Lautaro Martinez berhasil digagalkan Ciprian Tătăruşanu. Dilansir dari laman Bleacher Report, rivalitas kedua tim dimulai sejak keduanya berpisah pada tahun 1908, Inter Milan selalu dianggap sebagai tim borjuis atau kaya raya.

Sementara itu, musuh sekotanya yaitu AC Milan dianggap sebagai representasi bagi kelas menengah. Peristiwa kerusuhan akbar terjadi di bulan April 2005, kala pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions antara AC Milan kontra Inter Milan yang diakhiri pada menit ke-74.

Pertandingan terpaksa diusaikan akibat kerusuhan antar pendukung kedua tim. La Beneamata yang kala itu diasuh Roberto Mancini perlu mengejar agregat dua gol, usai pada pertemuan perdana dipermalukan Milan 2-0.

Sial bagi tim tuan rumah, kaki kiri Andriy Shevchenko berhasil mengoyak gawang Francesco Toldo di menit ke-30. Tertinggal defisit tiga gol, Adriano dan kawan kawan lantas menekan Milan mati-matian.

Namun penampilan memukau Dida di bawah mistar gawang mempersulit tim tuan rumah guna mencuri gol. Hingga akhirnya pada menit ke-70, Esteban Cambiasso berhasil menanduk bola yang menembus gawang AC Milan.

Akan tetapi, Markus Merk yang menjadi pengadil lapangan dalam laga tersebut menganulir gol penyama kedudukan tersebut. Cambiasso dianggap melakukan dorongan sesaat sebelum mencetak gol.

Keputusan itu lantas memicu kemarahan pendukung Inter dari bangku penonton, mereka melemparkan botol, payung, hingga flare ke lapangan. Sang kiper Ac Milan yaitu Dida bahkan menjadi korban flare yang menyasar ke lehernya.

Pertandingan terpaksa dihentikan sejenak akibat kemarahan pendukung Inter Milan. Pelatih Milan saat itu, Carlo Ancelotti mengaku terkejut dengan reaksi pendukung Inter. Setelah sempat terhenti, laga dimulai kembali, namun pertandingan kembali dihentikan karena flare kembali menyasar lapangan.

Dikutip dari media The Guardian Derby della Madonnina edisi itu lantas melahirkan foto ikonik Marco Materazzi dan Rui Costa di tengah insiden pelemparan oleh suporter Inter Milan. Pasca kejadian tersebut, Inter mendapat hukuman enam pertandingan di kancah Eropa tanpa pendukung dengan denda 132 ribu pounds.

Bahkan klub berjuluk Nerazzurri juga dianggap takluk 3-0 atas Milan dalam laga tersebut .Rossoneri yang berhasil menang malam itu, melaju mulus hingga babak final Liga Champions di Istanbul. Sayang di laga pamungkas, Milan takluk oleh Liverpool melalui drama adu penalti. [dan/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar