Olahraga

Pensiun Sebagai Pelatih Klub Profesional, Kini Hanafi Mengabdi di Sepak Bola Usia Dini

Pelatih sepak bola asal Malang, Hanafi.

Malang (beritajatim.com) – Pelatih asal Malang, Hanafi, yang mengaku pensiun dari dunia klub profesional, kini mengabdikan dirinya ke sepak bola usia dini. Dia menularkan ilmunya kepada anak-anak usia dini di Paranane Football Academy, Malang.

“Sudah puluhan tahun saya jadi pelatih klub sepak bola professional. Selama itu pula saya terbiasa memberikan perintah kepada para pemain. Sekarang, setelah berhenti jadi pelatih tim professional, dan memilih melatih anak-anak, saya justru menemukan cinta dan ketenangan,” kata Hanafi, Selasa, (14/7/2020).

Mantan pelatih Persegres United dan Perseru Serui ini mengatakan di awal melatih anak-anak, ia mengaku harus beradaptasi, karena kondisi mental dan psikologis anak-anak, tentu saja jauh berbeda dengan pemain sepak bola usia dewasa. Jika dulu terbiasa memerintah para pemainnya, sekarang Hanafi harus bersikap dan bertutur kata lembut kepada anak-anak didiknya.

“Tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya yang dulu terbiasa memerintah, sekarang harus membetulkan tali sepatu anak-anak yang lepas. Ini luar biasa. Ini sesuatu yang indah buat saya,” tutur pria kelahiran Malang 60 tahun silam ini.

Di Paranane FA, Hanafi mendidik lebih dari 30 pemain usia dini. Para siswa dibagi dalam 3 kelas, mulai usia 8 tahun hingga 15 tahun. Dalam melatih siswanya, Hanafi dibantu dua asisten pelatih, yakni mahasiswa jurusan olahraga, yang juga bertugas mencatat statistik perkembangan setiap siswa.

“Dalam waktu dekat, kami akan membuka kelas Play Group. Kita akan memperkenalkan sepak bola kepada anak-anak mulai dari usia 5 tahun sampai 7 tahun,” ucap Hanafi.

Selain membina siswa-siwa Paranane FA, Hanafi juga memberikan pelatihan kepada pesepak bola usia 15 tahun hingga 18 tahun. Terutama, pesepak bola yunior yang selama ini memiliki sedikit kesempatan untuk berkembang.

“Semangat kita membantu menyelamatkan karir anak-anak yang memiliki bakat di usia yunior. Karena faktanya, banyak pemain muda yang moncer di usia remaja, tapi karirnya justru habis saat mendekati karir profesional. Kita peduli untuk menyelamatkan karir mereka,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar