Olahraga

PON Papua 2020

Pengurangan Cabor PON Papua Akan Turunkan Mental Atlet

Erlangga Satriagung, Ketua Koni Jawa Timur

Surabaya (beritajatim.com) – Erlangga Satriagung, Ketua Koni Jatim menyayangkan jika pengurangan cabor di PON 2020 disetujui oleh pemerintah, hal ini tentu akan menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh atlet puslatda. Pasalnya kondisi ini akan mempengaruhi mental atlet.

“Saya berharap pemerintah pusat lebih bijak lagi, karena kalau benar dikurangi semua daerah pasti akan menerima dampak dari pengurangan cabor ini,” tambah Erlangga.

Selain itu, ia mengatakan saat ini telah banyak cabor yang melakukan persiapan untuk PON 2020. Mulai dari Puslatda dan persiapan selama tiga tahun ini. “Sudah tiga tahun atlet melakukan persiapan untuk PON, dan kalau langsung dicoret, bagaimana nasib atlet berikutnya untuk event nasional atau internasional,” ujar dia.

Bukan hanya itu, kalau sudah dicoret dari PON, maka pembiayaan cabor tersebut juga berpengaruh. Serta cabor akan mengalamo disorientasi. “Kalau sudah tidak ada pembiayaan karena dicoretnya dari PON maka cabor ini akan mengalami disorientasi. Saya sendiri tidak tega kalau melihat atet yang selama ini bagus pembiayaannya harus putus,” lanjut dia.

Dengan pemberitaan yang beredar saat ini tentu KONI Jawa Timur beserta KONI provinsi lain masih berupaya melakukan pembicaraan dengan pemerintah, mulai dari Kemenpora, PB PON, dan penyelenggara PON Papua. “Ini sudah saya sampaikan ke KONI pusat juga, saya berharap tidak ada pengurangan cabor,” harap Erlangga.[way/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar