Iklan Banner Sukun
Olahraga

Penemu Gegenpressing, Ini Fakta Menarik Ralf Rangnick Pelatih Baru Manchester United

(Foto: Instagram, @ralfrangnickofficial)

Surabaya (beritajatim.com) – Dikonfirmasi dari akun Instagram jurnalis kenamaan Italia, Fabrizio Romano, Manchester United resmi mengontrak Ralf Rangnick sebagai pelatih interim. Sosok pria asal Jerman itu bukanlah orang sembarangan, Rangnick terkenal sebagai pelopor gaya bermain Gegenpressing.

Penemuan cekatan Rangnick itu terjadi di tahun 1983. Saat itu, Rangnick masih berumur 25 tahun. Rangnick pun masih bermain sebagai pemain di sebuah klub kecil divisi 6 Liga Jerman, Viktoria Backnang.

Lalu tiba-tiba, klub asal Ukraina, Dynamo Kiev, datang ke sana untuk pertandingan friendly di tengah musim. Dynamo Kiev merupakan klub terkuat di Uni Soviet saat itu. Ditambah, Kiev juga dilatih oleh pelatih legendaris yaitu Valeriy Lobanovskiy.

Singkat cerita, Kiev pun mampu menang mudah. Namun, ada satu hal yang berkesan bagi Rangnick. Bukanlah dari segi skor, tapi gaya main Kiev yang membuat Rangnick sangat kebingungan kala itu.

Rangnick pun telah mengaku jika sering kalah dengan tim besar tapi kali ini kekalahan itu sangatlah berbeda. Bahkan selama 90 menit bagi Rangnick klubnya tidak punya kesempatan untuk hanya sekedar bernafas.

Rangnick pun mengidolakan gaya bermain agresif terus juga terus mempelajarinya. Bahkan setiap musim, Dynamo Kiev akan balik ke Viktoria dan Rangnick akan ikut di setiap sesi latihan guna mencatatnya.

Gaya bermain pelatih Lobanovskiy dengan pressing agresif dan terorganisir inilah yang jadi dasar dari sistem Gegenpressing dari Rangnick. Di saat itu, ide Gegenpressing milik Rangnick ini terkesan radikal bagi dunia sepakbola Jerman.

Rata-rata klub Jerman yang masih menganut gaya main lama dengan seorang sweeper dan menerapkan man-marking. Sehingga menganggap ide dari Rangnick itu terlalu agresif untuk bermain sepakbola.

Ide gegenpressing ini ternyata juga terinspirasi juga dari AC Milan asuhan Arrigo Sacchi. Rangnick berusaha merevolusi sepakbola Jerman ia sendiri banyak dihina dan diragukan di saat itu.

Namun ternyata, perlahan tapi pasti konsep milik Rangnick pun mulai terlihat hasilnya. Meskipun karier kepelatihan Rangnick tidak penuh dengan trofi bergengsi, tapi dia mampu membawa angin segar bagi sepakbola Jerman. Bahkan, pria yang berjuluk The Professor ini jadi referensi untuk pelatih berbakat Jerman saat ini seperti Klopp, Tuchel, dan Nagelsmann. [dan/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati