Olahraga

Pembina Lantik Ketua Baru Yayasan Persid Jember

Jember (beritajatim.com) – Pembina Yayasan Persid Jember Suparno resmi menggeser Sunardi dari posisi ketua dan menggantikannya dengan M. Sholahuddin Amulloh alias Jo, salah satu pegiat kelompok suporter Berni. Ini pergantian pertama sejak yayasan didirikan pada 2011. Yayasan Persid Jember adalah badan hukum yang memiliki dan mengelola klub sepak bola Persid Jember, Jawa Timur.

“Serah terima surat keputusan pengurus dilakukan pada Jumat (20/3/2020) kemarin. Dulu pembinanya kan tinggal saya dan Cak Ulum (Miftahul Ulum). Cak Ulum wafat. Jadi pembinanya tinggal saya. Pengurus ini kami angkat mulai Maret 2020 sampai Februari 2025 untuk melaksanakan kegiatan Persid Jember,” kata Suparno.

Suparno mengatakan, kepengurusan ini sudah dinotariskan dan mendapat SK dari Kementerian Hukum Hak Asasi Manusia. “Sudah lengkap semua,” katanya. Dengan demikian pengurus baru ini yang akan mengelola klub sepak bola Persid dalam kompetisi sepak bola nasional.

Suparno menjelaskan, Yayasan Persid Jember memiliki tiga organ, yakni pembina, pengurus, dan pengawas. “Pengurus dan pengawas diangkat pembina. Pengurus nanti yang kemudian mengangkat manajer tim,” katanya.

Menurut Suparno, masa jabatan Sunardi tidak diperpanjang oleh Ulum sebagai pembina sewaktu masih hidup setelah habis pada 2016. “Apabila pembina tidak memperpanjang secara tertulis, maka pengurus (lama) bisa melanjutkan sampai pembina mengangkat pengurus baru. Nah, sekarang pembina mengangkat pengurus baru, berarti (masa jabatan) Pak Sunardi sudah habis. Ketua yayasan sudah dipegang Jo,” katanya.

Pengangkatan ketua yayasan ini ditanggapi dingin oleh Sunardi. Ia menilai pengangkatan ketua yayasan baru itu tidak sah. “Seharusnya prosedur dilalui. Dalam akta notaris awal yang berjalan sampai hari ini dari 2011, ada tugas dan wewenang pembina, pengurus, dan pengawas. Jangan dihilangkan. Tugas dan wewenang ini sama. Tidak boleh serta-merta pembina memiliki kekuasaan penuh, tapi harus melihat pasal-pasal yang ada dalam (akta notaris),” katanya, Selasa (24/3/2020).

Sunardi mengingatkan, SK untuk ketua baru yayasan itu cacat hukum. Ia seharusnya menjabat selama lima tahun sejak 2016 dan baru berakhir pada 2021. “Pengurus itu diangkat lima tahun sekali. Tahun 2011 sampai 2016. Lalu pada 2016 saya lanjutkan. Manajemen Persid adalah SK (yang ditandatangani) saya pada 2017, 2018, dan 2019. Jadi belum berakhir. Masa baru tiga tahun (menjabat ketua yayasan) sudah diberhentikan,” katanya. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar