Olahraga

Pemain Arema FC Jalani Tes Swab Jelang Liga 1

Tes swab di kantor Arema FC.

Malang (beritajatim.com) – Arema FC bersiap menghadapi laga lanjutan Liga 1 2020 melawan Persija Jakarta, di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu, (3/10/2020). Salah satunya dalam hal penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Mereka menjalani tes swab di kantor Arema FC, Jalan Mayjend Panjaitan, Kota Malang, Senin, (28/9/2020). Tes swab dilakukan oleh PT LIB. Arema FC pun bersyukur karena tes swab dilakukan 5 hari jelang laga melawan Persija digelar.

“Allhamdulilah secepatnya dilakukan. Karena ada perbuhan jadwal dimana kita akan bermain secepatnya pada 3 Oktober mendatang. Jadi ini penting semoga dalam satu pekan ini hasil swab test yang akan keluar dalam 2 sampai 3 hari kedepan diketahui dan akan banyak keputusan dari tim medis setelah hasil swab keluar,” papar Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

Dalam lanjutan Liga 1 2020,
sesuai aturan, setiap tim bakal menjalani sekitar 11 kali swab test sepanjang kompetisi berjalan. asumsinya adalah hasil satu kali swab test berlaku selama dua pekan. maka dari itu setiap dua pekan pemain akan menjalani swab test untuk memastikan kesehatan pemain sebelum turun dalam pertandingan.

“Swab berlaku 14 hari kalau bisa bertanding 2 kali swabnya satu kali. Tapi minimal kalau hasil swab ada yang positif pelatih bisa mempersiapkan pengganti, dari tim medis akan menentukan pola penyembuhan ataukah isolasi mandiri ataukah di rumah sakit nanti yang menentukan itu tim medis,” ujar Sudarmaji.

Sudarmaji mengatakan, total yang menjalani uji swab pada hari ini terdiri dari 26 pemain, 11 official dan 32 anggota kepanpelan lokal atau LOC. Jumlah ini akan bertambah karena ballboys, masseure dan perlengkapan belum masuk kategori swab oleh LIB.

“Swab sesuai arahan LIB, pertama untuk LOC atau orang-orang di zona satu sebanyak 32 orang. Pemain sekitar 26 orang, official 11 orang. Tapi ada di luar itu yang harus diswab seperti ballboy, masseure, dan perlengkapan,” tandasnya. (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar