Olahraga

Pelatih Cilegon United Akui Kekalahan Timnya

Pamekasan (beritajatim.com) – Pelatih Cilegon United FC, Imam Riyadi mengakui kekalahan timnya atas Madura United FC pada leg pertama Babak 32 Besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Selasa (29/1/2019) malam.

Pada laga yang disaksikan sebanyak 7.419 pasang mata yang memadati tribun, tim tamu menyerah dengan skor 2 gol tanpa balas berkat sepasang gol pemain baru Laskar Sape Kerrab. Masing-masing gol Andik Vermansyah pada menit 65′ dan gol penalti Aleksandar Rakic pada menit 83′.

“Pertandingan berjalan cukup menarik, sekaligus menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi pemain Cilegon. Apalagi Madura United bermain luar biasa,” kata Imam Riyadi, usai pertandingan.

Diakuinya, timnya memang kesulitan membongkar pertahanan tim tuan rumah. Terlebih para pemainnya juga harus bekerja keras meredam agresivitas Greg Nwokolo dan kawan-kawan sepanjang pertandingan berlangsung, bahkan sempat menahan imbang tanpa gol pada 45′ menit interval pertama.

Alhamdulillah pertandingan berjalan lancar, melawan tim sekelas Madura United harus realistis sekalipun kami berharap untuk meraih poin. Tidak kalah penting, Madura United memberikan pelajaran berharga bagi pemain kami,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan pemain Cilegon United, Dedi Cahyono Putro yang mengaku pertandingan melawan Madura United cukup berat. “Permainan yang cukup berat, tapi kita sudah maksimal. Banyak pelajaran yang kami petik melawan Madura United,” pungkasnya.

Selanjutnya kedua tim bakal kembali bentrok pada leg kedua Babak 32 Besar Piala Indonesia 2018. Laga tersebut dijadwalkan di gelar di Stadion Krakatau Stell yang notabene markas Cilegon United FC, Rabu (9/2/2019) mendatang. Sekaligus bakal menjadi laga penentuan kedua kesebelasan yang akan lolos ke babak 16 besar. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar