Olahraga

Pelari Kenya Tantang Adu Cepat di ‘Banyuwangi Chocolate Run 2019’

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pelari asal Kenya Thomas Kipkorir sudah mendaftarkan diri di ajang ‘Banyuwangi chocolate run’ yang di gelar di Doesoen Kakao (Kampung Cokelat) Kecamatan Glenmore, 16 Februari mendatang. Ia bisa menjadi tantangan berat bagi runner lain di ajang yang masuk kalender Banyuwangi Festival 2019 ini.

“Saat ini sudah ada 400 pelari yang mendaftarkan diri di panitia, mereka berasal dari beberapa kabupaten dan kota di Jawa Timur, seperti Lumajang, Jember, Malang, serta beberapa kabupaten lainnya. termasuk satu peserta dari Kenya yaitu Thomas Kipkorir,” jelas Kepala Bidang Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, M Alfin Kurniawan, Kamis (14/2/2019).

Banyuwangi Chocolate Run 2019, kata Alfin, terbagi menjadi dua kategori. Di antaranya, kategori 5 kilometer untuk pelajar mulai SD hingga SMA, serta 10 killometer untuk kategori umum.

Seluruh peserta akan menyusuri rute areal tanaman coklat milik perkebunan Kendeng Lembu PTPN XII. Menariknya, suguhan coklat menanti kala pelari tiba di lokasi finish.

“Yang pasti rutenya menantang dan menyenangkan, karena melintasi areal perkebunan coklat, dan di finish mereka akan disuguhkan berbagai makanan dan minuman coklat,” ujar Alfin.

Banyuwangi Chocolate Run 2019 bagian dari pengembangan olahraga dan pariwisata (Sport Tourism) tujuannya mengenalkan destinasi wisata Doesoen Kakao (Kampung Cokelat) yang berada di ujung barat Banyuwangi.

Selain tempat yang menarik, lokasi ini juga memiliki produksi cokelat dengan kualitas terbaik dunia. Bahkan cokelat asli Glenmore ini, 80 persen menjadi komoditi ekspor ke sejumlah negara. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar