Olahraga

Pebalap Sprint Diprediksi Kuasai Etape Kedua TdBI 2019

Banyuwangi (beritajatim.com) – Etape kedua Internasional Tour de Banyuwagi Ijen bakal melalui jalur terpanjang. Menempuh jarak 148, 2 Kilometer dari Pantai Pancur, Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo dan finish di depan Kantor Pemkab Banyuwangi. Pada etape kedua, diikuti sebanyak 19 tim pebalap dari 23 negara.

Chairman ITdBI 2019, Guntur Priambodo mengatakan, rute etape kedua termasuk jalur flat. Meskipun ada tantangan yang berada di Pakel, Kecamatan Licin sebagai king of mountain (KOM) dengan ketinggian 600 Mdpl.

Selain itu, ada tiga titik sprint 32,5 Kilometer di Kecamatan Purwoharjo, kemudian di Genteng pada Kilometer 86,5, dan Rogojampi Kilometer 105,8. Etape ini menjadi ajang para sprinter untuk merebut green jersey. “Saya kira masih sprintet hari ini, climbernya hanya di pakel dengan ketinggian 600 Mdpl kemudian ditambah rolling 900,” kata Guntur.

Pada etape pertama, pebalap yang memperkuat tim Malaysia, Trengganu Cycling Team, Batmunkh Marai Erdene berhasil menjadi juara etape pertama, sekaligus menjadi raja sprinter dan juara umum individual classification (Yellow jersey).

“Pemenang pertama dia tidak memenangkan di raja tanjakannya, itu membuktikan dia tidak bagus di tanjakannya. Prediksi saya akan memungkinkan ada pergantian yellow Jersey di etape ini. Nanti finishnya turun, tetap yang lepas memungkinkan mudah bisa dikejar,” ungkapnya. .

TDBI 2019 akan dilaksanakan selama empat hari, 25 – 28 September 2019 dimana pebalap akan menempuh empat etape dengan total lintasan 520,6 KM. Mereka akan melewati keindaan lansekap Banyuwangi, mulai dari Taman Nasional Alas Purwo hingga melewati rute mendaki ke Gunung Ijen. Pebalap disuguhi suasana rindang pepohonan, persawahan, perkebunan hingga suasana pedesaan. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar