Iklan Banner Sukun
Olahraga

Patahkan Dominasi PSG di Ligue 1 Musim 2020/21, Ini Faktor Penting Lille Bisa Juara

Twitter @Ligeu1_ENG

Surabaya (beritajatim.com) – Sejak bertahun-tahun lamanya dominasi PSG di Ligue 1, musim 2020/21 mereka harus akui keunggulan Lille. Meski pada awal musim Lille tidak terlalu diperhitungkan, mereka berhasil jadi kuda hitam bahkan keluar sebagai juara di akhir musim.

Faktor penting Lille juara diawali dari kursi kepelatihan, mereka berada di tangan pelatih yang tepat. Dari total 123 pertandingan bersama Lille di Ligue 1, coach Galtier mengemas 66 pertandingan dengan kemenangan, 28 hasil seri dan 29 kalahan.

Christophe Galtier yang dulunya pernah melatih Saint-Etienne tersebut berhasil membuat para pemain yang terbatas secara kuantitas namun tidak mumpuni secara kualitas. Lille seolah fokus sepanjang musim dan tidak meremehkan lawan, hingga akhirnya menjadi juara.

Lille juga punya beberapa pemain yang jadi kunci kemenangan. Mereka memiliki gelandang bertahan yang baik. Sebab dapat dikatakan, posisi gelandang bertahan di sepak bola modern lebih penting dari posisi seorang striker.

Secara kolektif, Lille tampil gemilang, namun sang gelandang bertahan, Benjamin Andre yang menjadi sorotan. Andre merupakan salah satu dari tiga pemain dengan usaha tekel sukses terbanyak, dan melakukan pelanggaran terbanyak di Ligue 1 musim lalu.

Lille juga ditopang dengan striker yang produktif. Memang, Burak Yilmaz yang didatangkan Lille pada awal musim lalu menjadi sebuah tanda tanya besar. Namun pemain yang sudah tidak muda lagi itu mampu membuktikan, torehan 16 gol dan 5 assist di 28 penampilan di Ligue 1 membawa namanya jadi nominasi pemain terbaik Prancis.

Striker asal Turki tersebut pun mengantarkan Lille menjuarai Ligue 1. Padahal, Burak sempat cedera panjang mulai pertengahan Januari sampai awal Maret. Namun, usai cidera ia masih bisa memberikan yang terbaik bagi Lille.

Pertahanan yang dimiliki Lille yang tangguh. Bahkan, tim berjuluk Les Dogues hanya kemasukan 23 gol musim lalu, paling sedikit di Ligue 1. Jose Fonte jadi kunci di jantung pertahanan Lille. Bek tengah Portugal berusia 37 tahun itu tampil di 36 pertandingan Ligue 1. Selain itu, Lille juga memiliki Sven Botman, bek tengah muda penuh potensi dari Belanda.

Kedua pemain tampil kompak dan solid sehingga membuat Lille sulit kemasukan gol. Tidak hanya bek tengah, kiper juga bermain dengan standar tinggi. Mike Maignan yang kini sudah diboyong ke AC Milan berhasil mendapatkan 21 clean sheets bersama Lille musim lalu.

Dan faktor terakhir Lille juara adalah pesaing yang tidak konsisten. PSG musim lalu tampil kurang impresif. Mereka harus mendapat banyak konflik internal, Thomas Tuchel sang pelatih dipecat di awal musim. Lalu, Neymar sering absen karena cedera dan akibat kartu merah (2 kali) serta 1 kali akumulasi hukuman kartu kuning.

Sementara, AS Monaco selaku tim peringkat 3 baru bangkit di paruh kedua musim setelah sempat berkutat di papan tengah. Lalu, Lyon yang sempat bersaing untuk gelar juara akhirnya harus hilang permainan terbaik jelang musim usai. [dan/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar