Iklan Banner Sukun
Olahraga

Porprov Jatim VII

Panitia Disiplin Futsal: Kalau Kota Malang Didiskualifikasi, Bisa Rusak…

Jember (beritajatim.com) – Panitia Disiplin Futsal Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII menolak mendiskualifikasi tim futsal putra Kota Malang sebagaimana diinginkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jember.

“Kalau saya mendiskualifikasi Kota Malang, maka akan berimplikasi pada pertandingan-pertandingan sebelumnya. Rusak itu nanti, karena harus dirunut mulai dari babak penyisihan, 16 besar, sampai delapan besar. Karena kalau terbukti menggunakan pemain tidak sah dalam babak gugur, maka tim yang dikalahkan sebelumnya akan menggantikan tim tersebut,” kata Ketua Panitia Disiplin Futsal Arief Syaifuddin, Jumat (1/7/2022) malam.

Sebelumnya, tim futsal putra Jember menemukan fakta bahwa ada enam anggota tim futsal putra Kota Malang yang diduga pemain tak sah, memiliki dokumen ganda, dan ikut serta pada event porprov di dua tempat berbeda. Enam pemain itu tidak diturunkan dalam pertandingan perempat final antara Jember melawan Kota Malang. Namun tim futsal Jember tetap melakukan protes melalui KONI, karena enam pemain itu diduga digunakan saat pertandingan babak-babak sebelumnya.

Dewan Hakim Porprov bersidang dan memutuskan untuk menerima permohonan protes KONI Kabupaten Jember. Dewan Hakim menyatakan keikutsertaan Angga Ariansyah, Andreas Dwi Persada Putra, Moch. Faisal Azhar, Riand Al Muslich, Agung Prayoga dan Irpan Hendrianto sebagai atlet cabang olahraga futsal KONI Kota Malang pada Porprov Jatim VII/2022 tidak sah.

Panitia Disiplin kemudian memutuskan mencoret enam pemain itu sehingga tak bisa dimainkan oleh Kota Malang dalam pertandingan setelah melawan Jember. Namun, Panitia Disiplin tidak mendiskualifikasi Kota Malang. “Enam pemain tidak sah itu tidak dimainkan saat melawan Jember. Pemain yang bertanding melawan Jember sah semua di luar enam pemain itu. Saya mendiskualifikasinya di mana?” kata Arief.

Jika protes diajukan sebelum pertandingan Jember melawan Kota Malang, menurut Arief, keputusan Panitia Disiplin bisa berbeda. Kota Malang bisa didiskualifikasi jika protes dilakukan oleh tim yang bertanding sebelum perempat final. “Tim yang bertanding pun bisa berbeda. Bukan Jember melawan Kota Malang, tapi Jember melawan tim yang dikalahkan Kota Malang di babak sebelumnya,” katanya.

Arief menyadari, bahwa banyak orang yang mempersoalkan perbedaan keputusan Panitia Disiplin terhadap kasus sepak bola putri dengan kasus futsal. Tim sepak bola putri Kota Malang didiskualifikasi setelah menggunakan dua pemain tidak sah dalam pertandingan semifinal melawan Kabupaten Bondowoso.

“Protes dilakukan setelah pertandingan dan Kota Malang memang memainkan dua pemain tersebut. Lah kalau ini (pertandingan futsal putra Jember melawan Malang), enam pemain tidak sah itu tidak dimainkan,” kata Arief. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar