Olahraga

Paceklik Gelar Liga, Liverpool Masih Rebut 16 Trofi Kompetitif

Sumber Foto: thisisanfield.com

London (beritajatim.com) – Liverpool akhirnya meraih gelar juara Liga Inggris ke-19 setelah menunggu sejak 1990. Gelar juara ini mengakhiri dahaga para suporter, sekaligus menghilangkan anggapan bahwa klub berseragam merah ini dikutuk untuk senantiasa gagal dalam kompetisi liga.

Namun kendati puasa gelar juara liga selama 29 tahun, bukan berarti kemudian Liverpool sepi gelar juara. Dibandingkan klub sekota, Everton yang terakhir meraih gelar juara liga pada 1987 dan gelar Piala FA pada 1995, jelas Liverpool lebih unggul. Bahkan dibandingkan klub rival Manchester United.

Manchester United pernah paceklik gelar juara liga, setelah terakhir menjadi juara pada 1967 di bawah manajer Matt Busby. Sebelum Alex Ferguson kembali membawa gelar juara liga ke Old Trafford pada 1993, United terbilang payah dalam urusan meraih trofi. Mereka hanya meraih total sembilan trofi: empat gelar Piala FA (1977, 1983, 1985, dan 1990), satu Piala Liga (1992), satu Piala Winners (1991), tiga Community Shield, dua di antaranya juara bersama dengan Liverpool (1977, 1983, 1990).

Lebih parah lagi, Manchester United pernah terdegradasi dari level tertinggi Liga Inggris dalam masa paceklik gelar itu, yakni pada musim 1973-1974. Saat itu, The Red Devils menduduki peringkat 21 dari 22 klub, dan harus turun ke divisi kedua bersama Southampton dan Norwich City.

Liverpool tak pernah terdegradasi sama sekali sejak masa paceklik 1991 hingga 2019. Sebaliknya pada rentang masa itu, gagal meraih juara liga tak menyurutkan Liverpool untuk berjaya di sejumlah ajang, terutama level Eropa.

Catat: Liverpool sukses memboyong dua Piala Champions Eropa (2005, 2019), tiga Piala FA (1992, 2001, 2006), empat Piala Liga (1995, 2001, 2013, 2012), satu Piala Dunia Antarklub (2019), satu UEFA Cup (2001), tiga Piala Super Eropa (2001, 2005, 2019), dan dua Community Shield (2001, 2006). Total ada 16 trofi yang diboyong ke Anfield.

Dengan kata lain, trofi adalah tradisi klub yang berdiri pada 3 Juni 1892 ini. Sebagaimana kata orang: form is temporary, but class is permanent. Gelar juara Liga Inggris pada 2020 semakin mengonfirmasi kalimat tersebut. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar