Olahraga

Orientasi MUFA Orbitkan Potensi Pemain Lokal Madura

Pamekasan (beritajatim.com) – Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim menegaskan keberadaan Madura United Football Academy (MUFA) bertujuan untuk mengorbitkan potensi pemain muda dari empat kabupaten di Pulau Garam, Madura.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Talkshow Dinamika Madura yang mengusung tema ‘Sinergi Pembinaan Pesepakbola Muda Melalui MUFA’ di Ruang Siar Karimata FM Jl Raya Panglegur KM 123 Tlanakan, Sabtu (8/2/2020).

“Hal ini perlu kembali kami sampaikan, jika keberadaan Madura United Football Academy ini untuk mengorbitkan pemain asli Madura. Artinya bukan hanya pemain asal Pamekasan, tetapi juga pemain muda potensial dari Bangkalan, Sampang maupun Sumenep,” kata Zia Ul Haq Abdurrahim.

Memang saat ini pusat pengelolaan maupun administrasi Madura United berada di kabupaten Pamekasan, yakni di Jl Raya Panglegur Nomor 10 KM 1 Tlanakan. Namun untuk pencarian talenta muda justru disebar di empat kabupaten berbeda di Madura.

“Seperti kita ketahui bersama, komposisi skuad akademi dari tiga level berbeda, sebagian besar dan bahkan hampir seluruhnya merupakan pemain asli Madura. Baik dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, maupun Sumenep. Jadi tidak komposisi pemain ini merata dari empat wilayah di Madura,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga memastikan jika akademi yang dikelolanya dipastikan aman dari proses nepotisme maupun unsur kedekatan lainnya. “Prinsipnya, seleksi pemain untuk akademi ini tetap kami prioritaskan terhadap talenta maupun bakat dari pemain itu sendiri. Jadi tidak ada yang namanya nepotisme,” tegasnya.

“Semisal ananda Febri (sapaan akrab Febrian Tri Yanto) yang kembali lolos prorgam Training Centre (TC) bersama Timnas U16, ada yang menilai jika ia merupakan titipan. Jujur saja kami tidak kenal dengan orang tua Febri, dan hanya tahu saat memberikan pembekalan bagi seluruh pemain akademi, beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Dari itu pihaknya kembali menyatakan komitmennya untuk terus mencari sekaligus mengorbitkan pemain muda potensial asal Pulau Garam, yang memang menjadi prioritas keberadaan akademi yang dikelolanya. “Kalau misalkan ada yang mendengar adanya nepotisme, silahkan beri tahu kami dan datang langsung ke kantor kami,” pungkasnya. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar