Olahraga

Tak Bisa Dukung Langsung

Nobar Suporter PSMP Jadi Ajang Aksi Solidaritas

Mojokerto (beritajatim.com) – PS Mojokerto Putra (PSMP) dijamu Borneo FC dalam pertandingan leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (6/2/2019). Karena tak bisa mendukung secara langsung, suporter PSMP pun menggelar nonton bareng (nobar).

Nobar yang digelar di Store Red Corner Merchendise, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto tersebut sebagai ajang pertemuan para suporter. Pasalnya, bisa jadi pertandingan tersebut merupakan ajang terakhir tim berjuluk The Laskar Mojopahit (Lasmojo) musim ini.

Menyusul sanksi larangan bermain yang diberikan Komdis Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI). Hal itu setelah PSMP dituding terlibat match fixing di empat pertandingan Liga 2 musim 2018. Sementara banding yang diajukan pihak manajemen ke Komisi Banding PSSI juga belum membuahkan hasil.

Selain itu, nobar tersebut juga menjadi agenda aksi solidaritas suporter PSMP, untuk salah satu suporter, Taufik Ega alias Bombom yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Jawa Tengah pada Rabu (30/1/2019).

Koordinasi nobar, Gilang Wardhana mengatakan, ide nobar awalnya sengaja digelar sebagai ajang untuk kumpul suporter MP Loyalis 01. “Nobar untuk mendukung PSMP karena kita tidak bisa berangkat ke Samarinda dan penggalangan dana untuk Taufik Ega alias Bombom,” ungkapnya.

Masih kata Gilang, pemain PSMP tidak ada yang dijadwalkan datang karena ide awal nobar sangat mendadak dan tiba-tiba tercetus begitu saja. Menurutnya, tidak ada syarat apapun untuk bisa ikut nobar karena siapapun yang ingin datang dan mendukung PSMP dipersilakan.

“Kita nobar melalui layar lebar sehingga bisa ditonton banyak suporter. Harapannya, PSMP bisa mencuri poin di kandang Borneo FC, walau itu kecil. Kami juga berharap Bombom bisa segera pulih dan tetap semangat untuk sembuh sehingga bisa berkumpul kembali seperti dulu kala,” harapnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar