Olahraga

Nasib Pesepakbola Timnas Putri, Ini Sikap Keluarga dan Pengacara Jasmine Sefia

Malang (beritajatim.com) – Masa depan pesepakbola timnas putri, Jasmine Sefia Wayne (14) masih panjang. Beberapa pemberitaan soal Jasmine di media massa pun ditanggapi keluarga dan kuasa hukum Jasmine dari Bhakti Riza Hidayat dan Associates.

Menurut Riza Hidayat SH.C.L.A, kasus ini berawal dari orangtua Jasmine yang tidak bisa mendapatkan rapor dari sekolahnya di SMPN 2 Batu karena kepala sekolahnya, beranggapan Jasmine terlalu banyak absen.

“Padahal absennya Jasmine demi membela bangsa dan negara. Serta sudah ada keterangan dan ijin tertulis terkait kegiatannya sebagai pemain sepakbola putri timnas U-16,” ungkap Bhakti Riza Hidayat melalui konfrensi pers di Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (6/1/2020) siang.

Dihadapan awak media, Riza Hidayat memaparkan, kepala sekolah kepada Jasmine dan orangtuanya menyampaikan, jika Jasmine tidak pernah membawa baik SMPN 2 Batu. Beberapa pernyataan Kasek dimedia massa semakin berkembang dan melebar. Menyatakan bahwa Jasmine seolah-olah di eksploitasi, dia bekerja, uangnya kemana.

“Dari itu semua, kepala sekolah kemudian menyarankan pada orangtua Jasmine untuk mengambil sekolah yang bersifat homeschooling,” tegas Riza Hidayat.

Pengacara berambut gondrong itu melanjutkan, dari seluruh pernyataan kasek di media massa, pihaknya memastikan apabila Jasmine sejak umur kecil sudah cinta dan hobi sepakbola. Karena sejauh ini, jenjang pembinaan tersebut, sudah dilalui Jasmine sejak umur 10 tahun atau waktu kelas 5 Sekolah Dasar.

“Jasmine ini sudah terpilih mengharumkan nama bangsa Indonesia untuk menjadi salah satu perempuan di timnas U-16 di Laos tahun 2017 lalu. Tuduhan pihak sekolah bahwa orangtua mengeksploitasi Jasmine sangatlah membuat kecewa kami dan keluarga Jasmine tentunya. Kalau memang ada prestasinya dan itu jelas, dimana eksploitasinya,” kata Riza Hidayat.

Riza melanjutkan, anggapan bahwa selama ini Jasmine tidak membawa nama baik sekolah, hal itu bagi keluarga Jasmine sangat tidak berdasar dan menyakitkan. Padahal, Jasmine telah masuk timnas Putri U-16 untuk mengikuti piala AFF tahun 2017 di Laos. Sementara tahun 2018 lalu, Jasmine juga sudah masuk skuad timnas sepakbola Putri U-16 di Palembang. Termasuk mengikuti ajang piala AFF di Kyrgistan sebagai skuad termuda timnas Indonesia.

“Untuk level nasional Jasmine membawa tim Putri Cendil juara 1 Pertiwi Regional Babel. Lalu juara 3 Piala Menpora Cup Nasional. Ditahun 2019 lalu, Jasmine juga tergabung skuad tim Arema Putri dan bertanding di Liga 1 Putri,” tegas Riza Hidayat.

Riza menambahkan, sebagai atlet sepakbola putri dengan posisi gelandang serang, Jasmine punya bakat yang harusnya diapresiasi semua pihak. “Jasmine masih kelas 2 SMP. Ini jadi PR kita bersama untuk memecahkan persoalan ini. Gelar bukan segalanya, belajar tidak harus dikelas. Itu juga pesan dari Mendikbud Nadiem Makarim,” pungkas Riza Hidayat. (yog/ted)

Atas permasalahan tersebut, ini sikap keluarga Jasmine dan Penasehat Hukumnya:

1. Meminta maaf kepada kepala sekolah SMPN 2 Batu apabila apa yang sudah dilakukan Jasmine selama ini belum cukup memberikan kontribusi dan nama baik SMPN 2 Batu.
2. Menyampaikan bahwa Jasmine akan pindah dari sekolah SMPN 2 Batu dan semoga proses kepindahan tersebut bisa sesegera mungkin direalisasikan dan mendapatkan tempat yang lebih baik.
3. Meminta kepada seluruh pihak untuk mengakhiri polemik ini, sehingga Jasmine bisa kosentrasi lagi bersekolah dengan baik dan berlatih dengan sungguh-sungguh sehingga kedepan bisa lebih berprestasi lagi.
4. Memohon kepada seluruh pihak, persoalan Jasmine bisa menjadi pembelajaran kita bersama, memikirkan pola pendidikan kepada para atlit yang masih bersekolah.





Apa Reaksi Anda?

Komentar