Olahraga

Musorkablub KONI Jember Diubah Jadi Ajang Konsolidasi Cabor

Agus Hadi Santoso, salah satu anggota Tim Sembilan,

Jember (beritajatim.com) – Tim Sembilan tetap akan menggelar pertemuan para pengurus cabang-cabang olahraga, di Rumah Makan Terapung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (18/5/2021). Namun kali ini agenda Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa Komite Olahraga Nasional Indonesia (Musorkablub KONI) diubah menjadi ajang konsolidasi jelang Pekan Olahraga Provinsi 2022.

Perubahan ini menyusul terbitnya surat KONI Jatim tertanggal 17 Mei 2021, yang menyatakan,  sebelum KONI Provinsi Jatim mempelajari secara cermat dan menyimpulkan perlu tidaknya dilaksanakannya usulan musorkablub, maka musorkablub tidak boleh dilaksanakan.

“Kami hormati keputusan itu. Kami akan ubah acara hari ini untuk semakin menyolidkan cabor-cabor. Tema kami ubah menjadi konsolidasi cabor untuk persiapan menyongsong Porprov 2022,” kata Agus Hadi Santoso, salah satu anggota Tim Sembilan.

Agus tidak memahami cara berpikir KONI Jatim yang melarang musorkablub. Sebagian besar pengurus cabang olahraga menghendaki agar ada pergantian ketua KONI Jember yang saat ini dijabat Abdul Haris Afianto. Afianto sendiri baru kelar masa jabatannya pada 2022.

“Kalau ini arus musorkablub tersumbat, justru akan lebih kacau. Dari beberapa tahun kemarin, kami tidak dapat apa-apa. Fasilitas pembinaan hampir tidak ada. Itu yang saya rasakan sebagai pengurus cabang olahraga. Semua dana dibebankan ke wali atlet. Ini kan kacau,” kata Agus yang juga menjabat Ketua Harian Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Jember ini.

Ketiadaan anggaran ini juga pernah diakui oleh Abdul Haris Afianto, menyusul tidak adanya dana hibah dari pemerintah daerah. “Anggaran internal untuk KONI pun tidak ada. Jangankan untuk cabor. Jangankan beli sarana prasarana. Jadi itulah kesulian-kesulitan saya sebagai ketua KONI. Semua dapat anggaran, cuma saya sendiri tidak dapat anggaran,” katanya, Senin (22/3/2021).

“Kalau orang ngomong (prestasi) KONI kok jeblok, siapapun ketuanya tanpa ada anggaran sama dengan anarkis. Ngomel tok. Mau berbuat begini tidak bisa. Mau mengadakan latih tanding, tidak bisa. Akhirnya teman-teman cabor saya suruh melatih anak-anak (binaan) sendiri untuk porprov, karena mereka tahu di KONI anggaran tidak ada sama sekali,” kata Afianto.

Agus mempersilakan KONI Jatim melarang musorkablub untuk melengserkan Afianto. Namun ia meminta agar KONI Jatim berusaha agar terjadi pegantian ketua KONI Jember tanpa melalui proses tersebut demi kebaikan dunia olahraga kota itu. “Apapun komunikasi dan sinergi dengan pemkab dibutuhkan di KONI,” katanya.

Agus menilai kepengurusan KONI Jember tidak bisa berkomunikasi dengan pemerintah daerah. “KONI yang ada sekarang tidak sambung. Kalau diteruskan, persiapan porprov akan kocar-kacir. Karena sampai hari ini persiapan atlet porprov belum bergerak karena tidak ada dana,” katanya.

“Seharusnya KONI Jatim secepatnya menyelesaikan konflik ini. Pada saat masing-masing pihak bertahan, jalannya kan satu di anggaran dasar anggaran rumah tangga ya melalui musorkablub. Pertama ada mosi tidak percaya. Semua sudah kami laksanakan,” kata Agus. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar