Olahraga

Musorkablub, KONI Jatim Tak Ingin Intervensi Urusan KONI Jember

Jember (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menerbitkan surat tanggapan terkait permohonan Musorkablub (Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa) KONI Jember.

Dalam surat tertanggal 17 Mei 2021 dan ditandatangani Sekretaris KONI Jatim Suwanto itu disebutkan, sebelum KONI Provinsi Jatim mempelajari secara cermat dan menyimpulkan perlu tidaknya dilaksanakannya usulan musorkablub, maka musorkablub tidak boleh dilaksanakan.

“Pada intinya KONI Jatim tidak ingin intervensi urusan teman-teman di Jember. Tapi KONI Jatim ingin memelihara agar pembinaan olahraga di Jember berjalan dengan baik. Jangan sampai dengan adanya permasalahan ini, pembinaan terganggu,” kata Suwanto kepada beritajatim.com, Senin (17/5/2021).

Sebelumnya, Tim Sembilan yang dibentuk dari sejumlah pengurus cabang olahraga yang bernaung di bawah KONI Jember melayangkan surat undangan untuk menghadiri musorkablub kepada KONI Jatim tertanggal 3 Mei 2021. Rencananya, musorkablub akan digelar pada 18 Mei 2021.

Seharusnya kepengurusan KONI Jember saat ini habis masa baktinya pada 2022. Namun, menurut salah satu anggota Tim Sembilan Sujatmiko, ada keinginan untuk mempercepat penyelenggaraannya. Ini dikarenakan pengurus cabor menilai kepengurusan KONI di bawah Abdul Harus Afianto telah gagal menjalankan amanat organisasi, termasuk gagal mengangkat peringkat Jember dalam Pekan Olahraga Provinsi Jatim VI pada 2019.

Suwanto mengatakan, musorkablub membutuhkan persyaratan sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART) KONI. “Itu nanti dikaji, apakah memenuhi AD-ART atau tidak. Kemudian alasan-alasan yang disampaikan juga begitu. Itu semua dipelajari dan dicermati oleh KONI Jatim. Setelah itu nanti akan diinformasikan kepada teman-teman pengusul,” katanya.

Artinya usulan musorkablub itu bisa jadi ditolak jika tak memenuhi AD-ART? “Kita tidak boleh berandai-andai. Jadi kita lihat dulu bagaimana. Kita harus menghormati teman-teman. Kalau kita berandai-andai, waduh,” kata Suwanto.

Suwanto mengatakan, musorkablub bisa digelar jika diusulkan minimal dua pertiga dari jumlah anggota KONI Jember dan ditandatangani ketua umum cabang-cabang olahraga. “Kami ingin mempelajari itu, ingin kita cermati, verifikasilah. Tidak bisa KONI Jatim sendiri yang melihat itu ketua atau bukan. Kan perlu kerjasama juga dengan teman-teman (pengurus cabang olahraga tingkat provinsi). Jadi ini benar ketua umum (kepengurusan cabor Jember) atau tidak.”

Sampai kapan kajian usulan Musorkablub KONI Jember dilakukan? “Dalam waktu secepatnyalah, karena yang dikerjakan bukan hanya itu. Kami juga menyiapkan yang lain, menyiapkan PON, Puslatda (Pusat Pelatihan Daerah), dan kita sedang mempersiapkan teman-teman untuk tes swab. Kita memenuhi permintaan dari PB PON (Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional) yang minta siapa-siapa atlet yang akan diberangkatkan, dan juga keanggotaan BPJS (Badan Penyelanggara Jaminan Sosial). Jadi banyak sekali pekerjaan yang harus kami kerjakan,” kata Suwanto.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan bidang-bidang yang membidangi masalah organisasi. Jadi kami berusaha secepatnya agar dipelajari dan setelah jadi nanti dilaporkan kepada Ketua Umum (KONI Jatim), sehingga di antara kita tidak ada saling curiga,” kata Suwanto. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar