Iklan Banner Sukun
Olahraga

Meski Kekurangan Atlet, Tarung Derajat Jember Bisa Raih 1 Emas dan 1 Perunggu di Porprov Jatim

Emas tarung derajat Jember didulang dari kategori Seni Gerak Ranger Putri atas nama Zidni Ilma Chofsoh, Fairus Tsania Choirunnisa' Arif, dan Finda Rahma Wulandari.

Jember (beritajatim.com) – Cabang olahraga (cabor) Tarung Derajat menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perunggu dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII. Padahal, cabor ini mengalami kekurangan atlet.

Emas didulang dari kategori Seni Gerak Ranger Putri atas nama Zidni Ilma Chofsoh, Fairus Tsania Choirunnisa’ Arif, dan Finda Rahma Wulandari. Sementara medali perunggu diraih di kategori Seni Gerak Getar Putra oleh pasangan M. Ja’far Sodik dan M. Farhan Abi Firmansyah.

Semua atlet itu masih berusia remaja. Zidni Ilma adalah pelajar MAN 2 Jember, Fairus pelajar SMAN 1 Jember, dan Finda Rahma adalah pelajar SMAN 8 Jember. Ada satu pelajar SMP yakni M. Farhan dari SMPN 6 Jember. Ia berpasangan dengan M. Jafar dari SMKN 5 Jember.

Ketua Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Kabupaten Jember Haryu Islamuddin mengatakan, target awal dua emas. “Tapi karena ada kesalahan teknis, akhirnya satu perunggu,” katanya, ditulis Senin (4/7/2022).

Para atlet Tarung Derajat Jember sudah dipersiapkan intensif sejak Ramadan. “Kalau hari sekolah, anak-anak berlatih saat Asar sampai jelang magrib. Kalau Sabtu-Minggu, mereka berlatih pagi sampai siang. Latihan dilakukan setiap hari hingga menjelang masuk penginapan atlet,” kata Haryu.

Menurut Haryu, Hilmi, salah satu atlet andalan Jember, mendadak sakit sehingga tidak bisa diturunkan jelang Hari-H. “Kami sudah obati, tapi tetap tidak bisa diturunkan,” katanya.

Tahun depan Porprov Jatim VIII akan digelar di Sidoarjo. “Ada empat kelas yang bisa menghasilkan medali emas. Yang penting ada dukungan dari pihak terkait,” kata Haryu.

Selain semua sekolah asal atlet peraih medali, ada institusi pendidikan lain yang diharapkan Haryu bisa membantu pembinaan atlet tarung derajat, yakni Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq dan Yayasan Pendidikan Islam Diponegoro Panti. Dia berharap bisa memperkuat pembinaan di sekolah-sekolah, terutama sekolah yang memiliki atlet peraih medali.

Selama Porprov Jatim VII, Haryu mengakui ada tantangan yang harus dihadpai. “Kami kekurangan atlet untuk diturunkan. Selain itu sarana dan prasarana masih kurang. Tantangan lainnya, karena kemarin pandemi, kami tidak begitu aktif berlatih. Kami baru aktif pada 2021. Mudah-mudahan ke depan kami bisa berlatih dan mendapatkan atlet-atlet potensial untuk Porprov VIII,” katanya. [wir/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar