Iklan Banner Sukun
Olahraga

Menpora Ingin Senam Artistik Bisa Masuk Desain Besar Olah Raga Nasional

Papua (beritajatim.com) – Melihat perkembangan olah raga yang semakin beragam Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berharap cabang olah raga Senam Artistik bisa masih dalam Desain Besar Olah Raga Nasional.

Hal ini disampaikan Zainudin Amali saat menyaksikan perlombaan senam artistik di Istora Papua Bangkit, Kabupaten Jayapura, Sabtu (3/10/2021).

Menpora Amali menyempatkan diri untuk memberikan medali kepada tiga tim beregu putri; DKI Jakarta (emas), Jawa Timur (perak) dan Riau (perunggu).

Ia berharap cabor senam artistik yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sebagai cabor prioritas bisa terus difokuskan pembinaan atletnya begitu juga di tanah Papua ini yang sudah mempunyai venue berstandar internasional.

“Senam artistik ini adalah salah satu cabang olahraga yang kita masukan dalam DBON, dan tentu proyeksi kita ke olimpik. Nah apa yang kita saksikan sekarang ada di sini, di venue untuk senam artistik ini luar biasa, ini jadi pertandingan senam artistik skala nasional, mungkin juga nanti internasional bisa diadakan di sini,” kata Menpora.

Menpora pun berharap setelah PON nanti, Istora Papua Bangkit bisa terus menggelar kejuaraan, khususnya senam artistik. Dengan begitu menurutnya bakal banyak bermunculan bibit atlet senam artistik dari tanah Papua.

“Saya berharap agar fasilitas yang sudah bagus ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pembinaan prestasi baik di internal Papua sendiri, kemudian pembinaan prestasi di tingkat nasional dan juga untuk internasional,” kata Amali.

“Sayang ya fasilitas yang tersedia cukup baik ini kalau tidak bisa dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan pembinaan atlet prestasi untuk cabang olahraga senam khusus artistik, itu akan rugi,” pungkasnya.

Untuk itu Menpora meminta kepada Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Persani, Dian Widjaja Kesumawati Arifin dan Dantje Nere, ketua cabor Persani Papua agar kerap mengadakan kejuaraan senam artistik di Istora Papua Bangkit. [way/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar