Iklan Banner Sukun
Olahraga

Menko PMK Apresiasi Laga Arema Vs PSIS

Menteri Koordinator Bidan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy di Malang.

Malang (beritajatim.com) – Laga Arema FC kontra PSIS Semarang digelar dengan dihadiri oleh suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Minggu, (22/5/2022). Sebanyak 30 ribu suporter akan datang, sebab panpel hanya mencetak 75 persen saja dari total kapasitas stadion sebanyak 45 ribu.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy memuji laga persahabatan ini. Menurutnya semua sektor mulai melakukan pelonggaran bertahap mengikuti situasi terkini pengendalian Covid-19 sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

“Ya itu bagus, berarti ini sesuai kebijakan bertahap yang sudah disampaikan oleh langsung Presiden. Sebenarnya kita ini sudah transisi dari pandemi menuju endemi. Bahkan saya sudah sampaikan de facto kita ini sudah endemi,” ujar Muhadjir di Malang.

Menko PMK mengingatkan secara bertahap memang semua kegiatan termasuk pertandingan sepak bola akan kembali boleh dihadiri suporter. Tetapi tidak kalah penting adalah tetap disiplin protokol kesehatan terutama memakai masker. Dan mengikuti program vaksinasi.

“Karena itu saya mohon setiap even, termasuk pertandingan sepak bola. Walupun sudah diperbolehkan hadir secara terbuka mohon protokol kesehatan terutama memakai masker diperhatikan untuk siapapun termasuk ketentuan booster dan seterusnya. Karena kita tahu bahwa kita masih punya resiko dengan Covid-19 ini disamping masih ada varian baru di Afrika Utara. Kita juga masih tetangga yang statusnya lockdown yaitu Sanghai China dan Korea Selatan,” papar Muhadjir.

Muhadjir menuturkan jika laga-laga ujicoba dengan suporter sukses digelar dengan aman tanpa ada temuan kasus. Kemungkinan besar Liga 1 akan kembali digelar dengan suporter. Tetapi pemerintah akan terus mengamati kemungkinan menimbulkan risiko penularan.

“Jadi saya kira nanti akan semakin diperlonggar. Tetapi perlu diingat setiap pelonggaran yang ditetapkan pemerintah adalah tolak ukur jadi akan segera dikaji nanti. Bagaimana feed back terutama terkait pandemi, kalau nanti ternyata menimbulkan risiko terjadi kasus yang eksponesial yang kita terpaksa atret kebelakang lagi,” tandas Muhadjir. [luc/but]

 

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar