Iklan Banner Sukun
Olahraga

Menguak Kisah Perseteruan Gary Neville Dengan Schmeichel

(Foto: Twitter, @GNev2)

Surabaya (beritajatim.com) – Kisah pertengkaran Gary Neville dengan Schmeichel cukup banyak diketahui penggemar sepakbola. Namun, tidak banyak yang sadar alasan mereka bertengkar. Peter Schmeichel dan Gary Neville merupakan sosok suksesor dibalik kehebatan Manchester United era 1990 an. Saat klub berjuluk Setan Merah mampu meraih treble winners di musim tahun 1998/99. Namun, keduanya sempat bertemu lagi pada 2002 dan 2003 sebagai musuh dan di saat itu ada momen yang kurang mengenakkan dan terlihat canggung.

Peristiwa itu didasari dari pengkhianatan Schmeichel, karena bergabung ke Manchester City, rival sekota United. Awalnya ia hengkang ke Portugal dan memilih Sporting Lisbon. Usai dua musim di Portugal, Schmeichel balik ke Inggris dan bergabung dengan Aston Villa. Akan tetapi, setelah semusim di sana, ia justru memilih pindah dan parahnya bergabung dengan rival sekota United, yaitu Manchester City.

Pada peristiwa 2002, dan 2003 itu, terlihat jika Gary Neville menolak bersalaman dengan Schmeichel. Meski sempat menjadi salah satu rekan seperjuangan semasa di Man. United, Neville menampakkan kemarahan pada Schmeichel. Neville yang saat itu sudah menjadi kapten Man. United memimpin klub untuk melakukan derby Manchester di 9 November 2002.

Saat seluruh pemain MU berbaris di lorong, Schmeichel tampak datang dari belakang dan menyalami beberapa pemain MU. Namun, saat menepuk bahu dan hendak menyalami Neville, kakak dari Phil Neville itu justru mengabaikan Schmeichel dan nampak murung.

Perselisihan keduanya juga dikomentari oleh Andy Cole, pemain yang yang pernah bersama keduanya. Ia memaklumi kiper asal Denmark tersebut memilih Portugal karena memiliki jumlah pertandingan yang sedikit. Namun, setelah 3 musim pindah dari Man. United, Schmeichel justru memilih Man. City. Bagi Cole, hal itu tidak bisa ditolerir, bahkan Cole tidak akan pernah membela Leeds, Liverpool, dan Man. City karena dia pernah membela Man. United. Ketiga klub yang disebutkan itu merupakan rival abadi Man. United.

Setelah kejadian lama tersebut usai, keributan keduanya kembali terjadi baru-baru ini. Ketika, Gary Neville memberi komentar tentang MU yang ditekuk 2-0 dari PSG di kandang sendiri. Padahal, sebelumnya Setan Merah tidak pernah kalah dalam 11 laga terakhir.

Neville menjelaskan jika Man. United beda kelas dari PSG dan merasa pesimis Setan Merah mampu lolos ke perempatfinal Liga Champions Eropa 2018/19. Namun, Schmeichel langsung membalas komentar Neville dan merasa bingung kenapa Neville bisa berkata demikian. (dan/tur)


Apa Reaksi Anda?

Komentar