Iklan Banner Sukun
Olahraga

Mengenang Posisi Libero yang Terlupakan Dalam Sepak Bola

Twitter @DavidLuiz_4

Surabaya (beritajatim.com) – Posisi libero saat ini sudah sangat jarang terlihat di liga top Eropa, namun jika melihat Liga 1 Indonesia posisi ini masih dipakai. Beberapa klub Indonesia masih bermain dengan adanya seorang pemain yang berposisi Libero ini, contoh saja Mario Maslac di PS Sleman.

Libero mungkin jadi posisi permainan yang terdengar asing di era sepak bola modern, namun jika kembali ke kurun 30 atau 40 tahun lalu mayoritas tim besar Eropa sangat mengandalkan peran ini di lini pertahanan. Gaya permainan posisi libero memiliki peran yang cukup mirip dengan gaya permainan sweeper di era sepak bola modern.

Pemain yang berposisi sebagai libero akan mengisi kekosongan ruang diantara bek tengah dan penjaga gawang. Namun, bisa diandalkan bermain layaknya seorang jangkar atau gelandang bertahan. Libero memiliki tugas utama untuk menjaga pergerakan satu pemain selama jalannya pertandingan.

Adapun istilah libero sendiri dipopulerkan oleh manajer asal Italia yaitu Nereo Rocco dan Helenio Herrera, dengan penggunaan gaya permainan catenaccio. Libero dapat diterjemahkan bebas dari bahasa italia, mengingat pemain pada posisi ini memiliki kebebasan dalam bergerak.

Keleluasaan libero dalam bergerak terlihat ketika mereka menjalankan tugas di lini belakang permainan, dengan melakukan intersep, blok, atau tekel ketika sektor barisan pertahanan melakukan kesalahan. Saat bola berhasil direbut, seorang libero akan bergerak maju ke lini tengah permainan, layaknya seorang deep-lying playmaker yang menyalurkan bola ke sayap, lini tengah atau area penyerangan tim.

Sehingga seorang libero harus memiliki skill yang baik, dan tingkat kebugaran yang sangat tinggi. Seorang libero juga harus kompeten secara defensif ketika meredam bahaya dan memiliki kemampuan teknis saat ingin beroperasi di lini tengah permainan untuk menciptakan ancaman di sepertiga akhir lapangan.

Lalu mengapa saat posisi libero sudah tidak populer? Padahal pada masanya libero berperan mengikuti striker sepanjang waktu, namun kini permainan sudah berubah dengan meningkatnya kecepatan permainan maka menaruh fokus hanya pada satu pemain (striker) tidak lagi efektif.

Fokus permainan di sepak bola modern adalah melindungi ruang bukan pemain. Libero di era modern meski sudah tidak begitu populer, nyatanya Chelsea di era kepemimpinan Antonio Conte masih bisa memaksimalkan fungsi David Luiz sebagai libero di lini pertahanan yang bahkan The Blues sukses keluar sebagai juara liga premier saat itu. [dan/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar