Iklan Banner Sukun
Olahraga

Mengenal Deep Lying Forward, Peran Striker Untuk Jemput Bola

Twitter @ErlingHaaland

Surabaya (beritajatim.com) Deep Lying Forward merupakan istilah yang tidak asing dalam dunia sepak bola. Beberapa pelatih menggunakan strategi ini untuk menunjuk striker agar menjemput bola. Deep Lying Forward memang mengharuskan forwarder alias striker untuk turun agak dalam demi menjemput bola dan membuka ruang sebelum melakukan passing ke rekan satu timnya.

Pemain yang diharuskan menjadi deep lying forward harus mampu menarik perhatian lawan, guna menyediakan ruang tembak bagi rekannya. Bisa untuk mencetak gol hingga berfungsi untuk mengeksploitasi ruang kosong. Pemain yang berposisi sebagai deep lying forward harus cekatan juga punya penempatan posisi yang baik.

Mereka juga berkewajiban untuk menahan bola artinya seorang deep lying forward bertugas memberikan waktu bagi rekannya pada saat mencari ruang untuk memulai pergerakan atau menyambut bola. Tidak hanya itu, mereka juga harus pandai guna menjadi penghubung link-up tim. Menjadi jembatan antara lini gelandang dengan lini serang. Bisa dikatakan deep lying forward akan memudahkan serangan di fase setelah garis tengah lapangan.

Umumnya, penyerang tipe ini, cenderung mundur ke belakang untuk menjemput bola, kemudian mengoper bola kepada rekan di belakangnya. Peran striker ini biasanya sangat tangguh dan kreatif. Pemain dengan peran deep-lying forward lebih sering menggunakan kaki ketimbang sundulan dalam mencetak goal.

Stiker tipe deep-lying forward misalnya ada dalam diri penyerang muda andalan Timnas Norwegia dan Dortmund, Erling Haaland. Juga berbekal kecepatan dan presisinya di lapangan hijau. Haaland seringkali turun ke tengah, bahkan pertahanan tim demi menjemput bola. Saat serangan balik, Haaland akan berlari sekencang mungkin guna mencetak gol. Haaland tercatat beberapa kali pernah mencetak gol dari serangan balik, saat dirinya berlari kencang.

Ada pula nama Harry Kane, striker yang membawa Timnas Inggris ke partai final Euro 2020. Kane punya kecerdasan sebagai seorang striker, sehingga Gareth Southgate tidak hanya menjadikan Kane sebagai target man, tapi juga dituntut mampu melakukan deep lying forward. Selain Haaland dan Kane, Robin Van Persie ketika masih berusia emas seringkali bermain sebagai striker dengan tipe deep lying forward ini. [dan/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar