Iklan Banner Sukun
Olahraga

Mengapa Banyak Pemain Terbaik dari Jepang Berkarir di Bundesliga, Ini Jawabannya!

Tangkapan Layar Instagram @sk23.10

Surabaya (beritajatim.com) – Uraian berikut ini bisa jadi catatan penting bagi pemain Timnas Indonesia jika ingin berkarir di level Eropa. Meski banyak yang beranggapan bahwa Bundesliga adalah liga yang kurang kompetitif, faktanya belum ada pemain Indonesia yang sanggup merumput di Jerman hingga ini.

Beda halnya dengan para pemain Jepang telah berpartisipasi dalam sepak bola Jerman di level profesional sejak 1977. Ada nama Yasuhiko Okudera menjadi pemain Jepang pertama di Bundesliga setelah FC Koln mengontrak jasanya dari Furukawa Electric.

Dari sejak itu, banyak rekan satu negaranya yang bergabung dengan klub sepak bola Jerman. Shinji Okazaki merupakan pemain Jepang lain yang membuat langkah pertamanya di Eropa dengan berlabuh di Jerman.

Pemain ini pertama kali bergabung dengan VfB Stuttgart di tahun 2011 dan kemudian pindah ke FSV Mainz pada tahun 2013. Selanjutnya ada pula nama Shinji Kagawa yang bergabung dengan Borussia Dortmund pada tahun 2010 sebagai gelandang. Sejak keberadaan Shinji Kagawa itu berkembang pesat baik dalam statistik maupun gaya bermain.

Selain nama-nama tadi juga ada beberapa pemain Jepang lain yang namanya juga cukup mentereng di Bundesliga, seperti Makoto Hasebe yang sempat meraih juara Bundesliga saat masih berseragam Wolfsburg, Gotoku Sakai yang pernah bermain untuk Stuttgart dan Hamburg, Tatsuya Ito yang juga pernah bermain di Hamburg, juga beberapa pemain asal Jepang lai.

Lantas berikut ini yang menjadi latar belakang pemain Jepang bisa sukses di Bundesliga. Sebab pertama, orang Jepang sangat pandai dalam mengikuti perintah dan menjaga hierarki di dalam tim, yang membantu mereka bertindak sebagai satu kesatuan. Pemain dari negeri Sakura seringkali dapat mengorbankan individu untuk kepentingan kolektif.

Mentalitas orang Jerman tentang permainan tim juga hampir serupa karena Jerman juga menganggap kerja tim sebagai faktor penting kesuksesan. Meskipun mereka lebih individualis dan ambisius sebagai pemain individu, namun rata-rata tidak pernah meremehkan pentingnya aksi bersama.

Ciri umum lainnya antara kedua kebangsaan itu yaitu disiplin. Memang, mereka jauh lebih cenderung mengikuti aturan, karena keteraturan adalah bagian dari mentalitas. Sehingga kedua negara itu sebenarnya punya saling cocok dalam hal nilai dan filosofi sepakbola. [dan/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan