Iklan Banner Sukun
Olahraga

Menang Tipis 2-1 Lawan Persekabpas, AC Majapahit Kantongi Dua Catatan Penting

Uji coba AC Majapahit melawan tamunya, Persekabpas di Stadion Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Laga uji coba AC Majapahit menjamu Persekabpas digelar di Stadion Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jumat (17/9/2021) berakhir dengan skor 2-1. Meski menang 2-1, namun ada dua catatan tim pelatih tim berjuluk Laskar Guntur Geni.

Pertandingan laga uji coba tersebut berlangsung keras sejak menit pertama peluit dibunyikan. Kedua tim bermain saling serang hingga wasit harus mengeluarkan kartu kuning dan merah. Dua gol AC Majapahit di babak pertama, bersarang di gawang Persekapas di menit 20 dan menit 32.

Umpan Wiranto dari sayap kiri berhasil dimanfaatkan Firman yang berada tepat di depan kotak pinalti Persekabpas. Gawang Persekabpas berhasil dirobek di menit 20, kedudukan berubah 1-0 untuk AC Majapahit. Tim tuan rumah menambah gol di menit 32 dari umpan muntah sisi kanan gawang Persekabpas.

Wiranto berhasil merubah kedudukan 2-0 untuk AC Majapahit hingga turun minum. Di babak kedua, tim lawan Persekapas berhasil memperkecil kedudukan setelah Ali Mashuri memanfaatkan kemelut di mulut gawang tepat di menit 74. Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan 2-1 untuk kemenangan AC Majapahit.

Pelatih Persekapas, Kasiyanto mengaku, mendapatkan pelajaran bagaimana bertanding away, walaupun status The Lassak (julukan Persekabpas, red) dalam Liga 3 Jawa Timur tuan rumah. “Kita ngacak pemain, mana yang inti kita belum tahu. Kita masih coba, ada pemain seleksi juga,” ungkapnya.

Masih kata Kasiyanto, dari hasil pertandingan uji coba tersebut banyak evaluasi. Termasuk kekompakan, komunikasi antar pemain. Menurutnya di skuad Persekabpas ada tiga pemain senior, mereka diterjunkan di babak pertama namun kurang komunikasi. Namun di babak kedua, banyak diturunkan pemain muda namun komunikasi lancar.

“Persiapan kita sebenarnya untuk tim Porprov gabung Persekabpas, bukan Persekabpas dulu. Kalau Persekabpas dulu, berarti targetnya apa? Maka cari pemain lebih senior. Ini banyak 2002-2003, mayoritas. 1999, yang senior hanya tiga. Lainnya 2001, 2002, 2003. Total pemain, sementara 25 tapi yang sudah fix masuk 20 pemain,” katanya.

Kasiyanto menambahkan, manajemen masih berburu pemain untuk mengisi skuad Persekabpas sebelum didaftarkan ke Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Timur, Oktober mendatang. Namun dengan hasil pertandingan, pihaknya mengaku cukup puas.

“Alhamdulillah, terutama di babak kedua bisa nekan, bisa memberi tekanan untuk tim lawan. Kita coba memperhitungkan kombinasi antara pemain senior dengan pemain yang usia muda. Masih banyak evaluasi, kita daftar Oktober. Ini masih September, minimal lima kali uji coba dengan tim liga. Kolega, seperti ini, bukan tim yang satu grup,” jelasnya.

Sementara itu, Head Coach AC Majapahit, Ambitie Dolus Cahyana mengatakan, dari laga uji coba tersebut ada dua pelajaran. “Ada dua kartu merah, pemain harus bisa menurunkan tensi karena kalau di pertandingan sesungguhnya. Selesai. Kedua, ketika unggul, kita tidak boleh lengah,” ujarnya.


Terbukti, di babak pertama AC Majapahit yang memimpin dengan dua gol berhasil dibalas Persekabpas di babak kedua menit 74. Dolus menegaskan, agar anak asuhnya tidak boleh puas dengan hasil yang dicapai karena dalam sepak bola ada 90 menit.

“Jadi dua poin ini yang paling penting, yang jadi perhatian lebih untuk kita yaitu temperamen pemain dan konsisten. Tidak boleh lengah sampai peluit panjang dibunyikan. Tim lawan luar biasa, spirit juang tinggi. Saya butuh lawan yang seperti ini, karena di kompetisi sebenarnya kita akan bertemu dengan lawan yang lebih kuat lagi,” tuturnya.

Dolus menambahkan, tim pelatih bersyukur mendapatkan lawan yang bisa memberikan pelajaran agar selalu waspada ketika latihan persahabatan maupun pertandingan sesungguhnya. Tim pelatih berharap bisa menemukan tim dari Liga 2 untuk mencari tahu kekurangan anak asuhnya sebelum kick off Liga 3 Jawa Timur digelar, November mendatang.

“Kita perbaiki biar di pertandingan sesungguhnya, kita dapat hasil yang maksimal. Kita akan away, cari tim lawan yang lebih kuat biar tim lebih siap. Kita tahu kekurangan, kita akan perbaiki kekurangan biar di pertandingan sesungguhnya, kita siap untuk bertarung dan bertempur,” urainya.

Menurutnya, anak asuhnya masih kurang di finishing touch (sentuhan akhir) bukan mencari peluang. Sehingga tidak perlu menambah pemain namun mengasah sentuhan akhir. Dengan jumlah pemain sebanyak 28 orang, dinilai sudah cukup untuk mengarungi kompetisi Liga 3 Jawa Timur. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar