Iklan Banner Sukun
Olahraga

Menang Telak di Final, Banyuwangi Sabet Emas Sepak Bola Wanita Porprov Jatim VII

tim sepak bola wanita Banyuwangi merebut medali emas Porprov VII setelah mengalahkan Bondowoso 5-0.

Jember (beritajatim.com) – Kabupaten Banyuwangi menjuarai cabang sepak bola wanita Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII, di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jumat (1/7/2022). Mereka menggilas Kabupaten Bondowoso 5-0 (4-0).

Pesta gol Banyuwangi diawali Peni Maisaroh pada menit 6, disusul Sherly Arista Putri pada menit 28, dan Natasya Kumala Astri pada menit 38. Innes Aditiya menutup babak pertama dengan mencetak gol keempat pada menit 45.

Babak kedua, Banyuwangi berpeluang menambah gol melalui titik putih penalti. Namun Natasya gagal mengeksekusinya. Bola tendangannya membentur mistar gawang Sofiana Triningsih. Banyuwangi baru mencetak gol kembali pada menit 88 melalui Intan Eka Santi.

Kendati pertandingan berjalan tak berimbang, insiden sempat terjadi di lapangan. Wasit Gunawan dari Kabupaten Bojonegoro memberikan kartu merah untuk Rahmad Hidayatullah, manajer Bondowoso, dan kartu kuning untuk Masrehan, ofisial medis.

Mereka dinilai melakukan protes berlebihan, setelah wasit memberikan kartu kuning kepada penyerang Bondowoso Aneisya Aurellia Jaya yang dinilai melanggar penjaga gawang Banyuwangi Venezia Atika Salsabila. “Itu kan bola fifty-fifty dan tidak berbahaya. Sudah diamankan pemain Banyuwangi,” kata Subangkit Adiputra, pelatih Bondowoso.

Kartu merah dan kuning untuk ofisial juga dinilai Adiputra berlebihan. “Kartu merah dan kartu kuning ini terlalu berlebihan. Ini kan pembinaan. Tidak perlu seperti itu. Komunikasi yang baik, insya Allah bisa diselesaikan dengan baik,” katanya.

Namun secara umum, Adiputra mengakui keunggulan Banyuwangi dan puas dengan raihan medali perak. Bondowoso seharusnya bermain memperebutkan medali perunggu melawan Lamongan. Mereka melaju ke final setelah Kota Malang yang mengalahkan mereka 4-0 di babak semifinal terkena diskualifikasi karena menggunakan dua pemain tidak sah.

“Kami jujur secara kemampuan tim kalah dibandingkan Banyuwangi. Ini baru pertama kali ikut event sepak bola putri. Namun ke depannya kami akan berusaha lebih baik lagi,” kata Adiputra.

Direktur Teknik Banyuwangi Bagong Iswahyudi puas dengan penampilan para pemain di lapangan. “Ini luar biasa. Tapi saya sudah memprediksi dari awal. Persiapan kami dari awal cukup lama, sekitar empat bulan lalu. Kami berlatih setiap minggu, tiga kali, dua kali, terus. Tujuan kami adalah target hari ini,” katanya.

Bagong menilai, stamina dan fisik pemain-pemain Banyuwangi lebih unggul daripada pemain lawan. “Sebenarnya lawan Kota Malang atau Bondowoso sama saja. Cuma pekerjaan kami lebih berat kalau melawan Malang, karena secara kualitas di atas Bondowoso. Dengan kami fifty-fifty,” katanya.

Kemenangan ini akan membangkitkan sepak bola wanita di Banyuwangi. “Tentunya kepercayaan diri anak-anak akan lebih baik lagi,” kata Bagong.

Banyuwangi siap mempertahankan gelar dalam Porprov tahun depan. Apalagi seluruh skuat masih bisa diturunkan lagi karena dari sisi usia masih mencukupi. “Yang jelas kami akan lihat pesertanya. Kalau jumlah peserta bertambah, tentu akan berbeda. Tapi kami akan persiapkan terus,” kata Bagong.

Bagong akan kembali menyeleksi pemain baru. “Kami akan cari pemain yang lebih baik, terutama di posisi penjaga gawang dan lini depan. Kompetisi sepak bola wanita memang belum ada. Hanya turnamen. Kami setiap pekan mencari pemain. Namun untuk kompetisi tahun ini akan digelar berbasis klub,” katanya. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar