Olahraga

Manajemen Persibo Minta Alihkelola ke Askab PSSI Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Bojonegoro mendapat surat tembusan dari Manajemen Persibo Bojonegoro. Surat tersebut dikirimkan kepada Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah sebagai bentuk permohonan alih kelola dari tim profesional kembali menjadi tim amatir.

“Persibo Bojonegoro berkirim surat kepada Bupati Bojonegoro dan memberi tembusan kepada Askab perihal pengalihan pengelolaan Persibo,” ujar Wakil Ketua Askab PSSI Bojonegoro, Ali Mahmud, Jumat (13/3/2020).

Askab PSSI Bojonegoro memberi tanggapan dengan lima poin terkait permintaan pengelolaan manajemen Persibo Bojonegoro melalui surat tertanggal 27 Februari 2020. Poin pertama, sesuai statuta yang ada, Askab PSSI Bojonegoro fokus dalam pembinaan sepakbola.

Pembinaan tersebut meliputi, kompetisi usia dini (U10 – U17), kompetisi internal antar klub anggota (U18 – U30), kompetisi tingkat provinsi, nasional, futsal. Peningkatan
kapasitas untuk pelatih, wasit dan pengawas pertandingan, serta tugas-tugas pembinaan lainnya.

Poin kedua, Askab PSSi Bojonegoro tidak pernah meminta atau menolak terkait rencana penyerahan pengelolaan Persibo kepada Askab PSSI Bojonegoro. Jika lbu Bupati dan stakeholder terkait memberikan penugasan resmi terkait hal ini, Askab PSSI Bojonegoro akan melaksanakan tugas tersebut.

Ketiga, persoalan legalitas dan hukum menjadi prioritas yang harus dituntaskan kajiannya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan dicarikan kesepakatan bersama semua stakeholder sepakbola Bojonegoro sebelum Persibo Bojonegoro benar-benar “diserahkan” pengelolaannya kepada Askab PSSI Bojonegoro.

Keempat, memastikan alokasi anggaran APBD Kabupaten Bojonegoro untuk Persibo Bojonegoro pada tahun 2020, diluar anggaran yang diterima Askab PSSI Bojonegoro selama ini. Termasuk pada tahun-tahun selanjutnya selama Persibo Bojonegoro masih dikelola oleh Askab PSSI Bojonegoro.

Poin kelima, semua stakeholder bersepakat bahwa tahun ini Persibo Bojonegoro ditargetkan promosi ke Liga 2 dengan upaya yang jelas dan terukur. Susunan pengurus baru Persibo Bojonegoro dibentuk oleh stakeholder sepakbola Bojonegoro melalui arahan Ibu Bupati, dan tidak harus disi oleh pengurus Askab PSSI Bojonegoro.

Sementara CEO Persibo Bojonegoro Abdullah Umar belum memberikan tanggapan kepada wartawan beritajatim.com saat dimintai keterangan baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar