Olahraga

Di Tengah Pandemi Covid-19

Manajemen Madura United Pastikan Bayar Gaji Pemain

Pamekasan (beritajatim.com) – Manajemen Madura United FC memastikan tetap membayarkan gaji kepada para pemain dan offisial tim, sekalipun kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air secara resmi dihentikan akibat pandemi Covid-19.

Bahkan pihak manajemen juga ansih mengacu pada keputusan berupa arahan dan rekomendasi dari induk tertinggi sepakbola tanah air (PSSI), yakni setiap klub wajib membayarkan gaji kepada pemain maupun offisial sebesar 25 persen dari gaji normal.

“Prinsipnya kami tetap komitmen untuk merealisasikan rekomendasi dari PSSI, untuk bulan April 2020 akan kita bayarkan paling akhir 4 Mei 2020 besok. Untuk Mei sendiri kita bayarkan maksimal 20 Mei 2020.,” kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim, Minggu (3/5/2020) malam.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meringankan beban pemain maupun ofisial tim di tengah pandemi Covid-19, terlebih saat ini juga bersamaan dengan momentum Ramadan 1441 Hijriyah, sekaligus menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.

“Jadi pada bulan (Mei) ini, para pemain maupun ofisial akan akan mendapatkan gaji dua kali (April dan Mei). Hal ini sengaja kami lakukan lakukan mengingat saat ini bersamaan dengan momentum Ramadan 1441, sekaligus menjalang Hari Raya Idul Fitri,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, saat ini pihaknya bersama Yayasan Madura Peduli Indonesia (YMPI) juga tengah konsen untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan memberikan bantuan bagi para tenaga medis ataupun Tim Satgas Covid-19.

“Untuk saat ini kita juga fokus untuk membantu penanganan dan pencegahan wabah Covid-19, khususnya di wilayah Madura. Bahkan dalam beberapa bulan terkahir, kami juga melakukan donasi hingga aksi sosial lelang jersey pemain untuk menghadapi Covid-19,” pungkasnya. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar