Iklan Banner Sukun
Olahraga

Makin Tua Makin Jadi, Ini Alasan Serie A Italia Ramah Pada Pemain Veteran

Twitter @_OlivierGiroud_

Surabaya (beritajatim.com)Serie A Italia selalu menarik untuk disaksikan, meski saat ini sudah tidak bisa lagi dianggap sebagai Liga terbaik di dunia. Salah satu daya tarik Serie A Italia adalah karena ramah pada pemain berusia tua. Ada nama Ibrahimovic, Giroud, Bonucci, Chiellini, Buffon, dan sederet pemain lain yang masih aktif bermain di Serie A Italia.

Bagi penggemar sepakbola saat ditanya salah satu keistimewaan Serie A Italia pasti memiliki jawaban jika Liga ini adalah liganya para pemain tua, selain juga biasanya liga yang dibilang lambat dan juga cenderung membosankan saat ditonton.

Sebenarnya, dipatahkan jika melihat materi pemain saat ini. Dari segi umur rata-rata, pemain Serie A Italia saat ini sudah bisa mengalahkan Liga Premier Inggris, yaitu di angka 26.6 tahun berbanding 26.7 di EPL. Lalu, jika dikatakan sebagai Liga yang lambat, secara sederhana semua orang bisa melihat penampilan timnas Italia di Euro 2020 yang begitu berubah dan tidak lagi cenderung catenaccio seperti dulu. Untuk urusan surga bagi para pemain tua, mungkin itu bisa dibenarkan berikut ini alasannya.

Pertama, Penyerang lanjut usia masih bisa Subur di Serie A

Memang secara umur liga Italia telah mengalami peremajaan pada beberapa tahun belakangan ini. Namun tidak bisa dipungkiri jika sejak dulu, banyak penyerang tua yang memang bisa bersinar di Liga Italia.

Terbaru ada nama Ibrahimovic yang baru saja mencetak gol di umurnya yang nyaris 40 tahun. Quagliarella bahkan jadi top skor liga dengan 26 gol disaat umurnya 36 tahun. Dario Hubner, Cristiano Ronaldo, Di Natale, Del Piero, Luca Toni, Hingga Miroslav Klose juga bisa bersinar di Serie A, ketika umurnya sudah telah diatas 30 tahun.

Kedua, Serie A Italia dikenal sebagai liga teknikal dibanding kemampuan fisik

Soal fisik, pasti juga meliputi intensitas tiap liga yang memang berbeda-beda. Hal ini biasanya cukup subjektif jika ditanyakan pada pemain. Tapi, data yang ada dari situs sepakbola Italia yaitu football-italia.net, liga Italia memang sedikit lebih rendah intensitasnya dibandingkan liga lain.

Dari variabel intensitas (jumlah rataan kondisi fisik tinggi di lapangan terbagi dengan rataan sprint pemain), liga Italia sebenarnya mirip dengan La Liga dan Liga Prancis dengan variabel 28,5 dibandingkan dengan Liga Inggris yang memiliki nilai 28,8. Dari segi jumlah sprint, dalam rataan meter jumlah pemain lari tiap musimnya, liga italia jauh di bawah liga lain yaitu 7.9m sementara Liga Inggris dan La Liga berada di angka 8.7.

Ketiga, Pemain dituntut lebih cerdas ketimbang lebih keras

Dari data diatas dapat juga disimpulkan jika Serie A Italia itu menuntut untuk bermain lebih cerdas dibanding harus lebih keras. Hal tersebut bisa dibilang cocok dengan para penyerang yang sudah berumur.

Memang, kemampuan mereka di lapangan tentunya sudah lebih matang ketimbang para pemain muda. Keputusan-keputusan yang dibuat di lapangan juga tentunya jauh lebih

efisien dibandingkan. Namun, ini tidak berarti pemain muda malah tidak bisa bersinar, karena bisa saja para pemain muda juga punya intelegensi yang lebih dari pemain tua. Tapi yang jelas, dari segi jam terbang dan pengalaman jadi pengaruh yang penting bagi pemain di Liga Italia.

Keempat, Keberadaan Furbizia: Seni berbuat culas Serie A Italia

Untuk urusan cerdas, Italia bahkan punya sebuah istilah sendiri yang disebut Furbizia artinya, seni berbuat culas. Di Italia, berbuat culas jadi cara bertahan hidup dan jalan mencari keuntungan. Jadi tidak perlu heran ketika melihat berbagai macam kontroversi di sepakbola Italia.

Para pemain tua diuntungkan dengan seni Furbizia karena mereka yang lebih tua tidak akan mudah tersulut emosi saat terjadi insiden di lapangan. Misalnya, yang terjadi saat Ibrahimovic berhasil membuat ribut di akhir pertandingan hanya karena menyulut emosi Lucas Leiva. Insiden itu bahkan berujung pada kartu merah Maurizio Sarri.

 

Serie A Italia tetap menarik untuk disaksikan, apalagi dengan bumbu permainan yang mengkolaborasikan antara pemain veteran dan pemain muda. [dan/esd]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar