Iklan Banner Sukun
Olahraga

Magis ‘La Joya’ Telah Memudar, Kronologis Dybala Akan Hengkang dari Juventus

Foto Paulo Dybala (Tangkapan Layar Instagram @paulodybala)

Surabaya (beritajatim.com) – Sudah beberapa musim terakhir Dybala seolah menghilang karena inkonsisten dan faktor cedera. Lalu di akhir musim ini memutuskan untuk cabut secara gratis dari Juventus. Setelah 7 musim berseragam Juventus, Paulo Dybala memutuskan tidak memperpanjang kontraknya di Bianconeri.

Dybala akan minggat dari tim asal Turin itu secara gratis pada musim panas mendatang. Banyak orang yang sebenarnya cukup tidak menyangka dengan perkembangan Dybala. Usia yang kian matang seolah belum ada kemajuan signifikan.

Saat Dybala baru diboyong Juve dari Palermo tahun 2015 lalu. Dybala saat itu masih berusia 22 tahun, langsung mantap dengan permainan Juve dan berhasil mencetak 23 gol di musim perdana.

Pemain yang mendapat julukan ‘La Joya’ (permata) dalam bahasa Indonesia juga berarti populer dan memiliki banyak fans, karena gaya bermain yang flamboyan dan selebrasi topeng khas darinya.

Salah satu momen paling epik dalam periode Dybala di Juve saat dia menyarangkan dua gol indah ke gawang Barça di perempat final Liga Champions 2016/17. Juve lalu melaju sampai ke final, sebelum dipecundangi Real Madrid dengan skor 1-4.

Namun, sejak itu bergulir, Dybala justru sering hilang di partai penting. Momen sekaliber itu belum terulang saat musim 2017/18. Musim itu sekaligus jadi musim terbaik Dybala dari segi catatan individu.

Dybala menjadi top skor Juve dengan 26 gol di segala ajang, juga torehan membuat 7 assist. Musim berikutnya, Juve kedatangan Cristiano Ronaldo. Dari peristiwa ini, peran Dybala praktis berubah. Ia lalu menjadi mesin assist bagi Ronaldo, meski masih bisa mencetak beberapa gol.

Namun, pengaruh yang diberi Dybala tak secemerlang superstar Portugal. Dua musim terakhir, Dybala acapkali berurusan dengan cedera sehingga harus absen di banyak laga. Sebagai salah satu key player Juve, ini jelas berdampak ke prestasi klub yang menurun.

Musim ini saja, performa Dybala cukup membaik. Dia mampu mencetak 13 gol dan 6 asis sejauh ini. Namun, sinar sang permata seringkali redup di laga-laga penting. Banyak yang beranggapan jika itu gak punya mental.

Salah satu yang beranggapan demikian yaitu legenda West Ham, Paolo di Canio. Menurut dia, Dybala rapuh secara emosional dan bukan pemain yang punya mental petarung.

Performanya inkonsisten dan kerap kali tak memiliki visi bermain. Mungkin itu yang akhirnya membuat Juventus tidak menyertakan Dybala dalam proyek masa depan mereka. (dan/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev