Olahraga

Madura United Tetap Ajukan SGMRP sebagai Homebase

Pamekasan (beritajatim.com) – Manajemen Madura United FC memastikan tetap mengajukan Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan, untuk dijadikan sebagai homebase menjamu lawan-lawan mereka pada kompetisi Liga 1 Musim 2020 mendatang.

Kepastian tersebut disampaikan pasca Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim menyatakan mundur sebagai calon pengelola stadion milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, pada Rapat Dengar Pendapat (RPD) di Gedung DPRD Pamekasan, Jum’at (31/1/2020) lalu.

“Madura United bukan berarti tidak akan bermain di Pamekasan, sepanjang pihak pengelola memberikan ijin dalam hal ini Dispora Pamekasan atau pihak yang telah ditunjuk resmi oleh Pemkab mengijinkan penggunaan SGMRP oleh Madura United di Liga 1,” kata Media Officer Madura United FC, Tabri S Munir, Minggu (2/2/2020) malam.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan tahapan pengajuan stadion yang terletak di Desa Ceguk, Tlanakan, untuk dijadikan sebagai arena menjamu tim lain dari seluruh Indonesia. “Saat ini kami juga tetap melakukan tahapan mengajukan SGMRP sebagai salah satu stadion yang akan digunakan sebagai homebase,” ungkapnya.

“Tanggapan dari LIB (Operator Liga 1) akan dilakukan tahapan verifikasi sebagaimana biasa, kemungkinan untuk lolos sangat besar karena berbagai pembenahan yang dilakukan makin baik. Namun kami belum tahu sepenuhnya bagaimana kondisi lapangan, karena itu yang utama dan paling penting,” jelasnya.

Sebab tim berjuluk Laskar Sape Kerrab terakhir kali menggunakan stadion pada akhir Juli 2019, sebab pasca itu stadion tengah dalam proses perbaikan di sektor lintasan atletik. “Apakah kerataan lapangan masih sama seperti saat kami menjalani pertandingan terakhir Juli lalu atau ada perubahan, kami belum tahun pasti. Karena saat pengerjaan lintasan banyak alat berat masuk dan untuk proses verifikasi dijadwalkan 5 Februari 2020,” bebernya.

“Jadi pernyataan mundur sebagai pengelola bukan berarti tidak akan menjadi pengguna, mekanismenya berbeda. Ya itu tadi, sepanjang pemilik SGMRP mengijinkan kami tetap menggunakan sebagai penyewa,” pungkasnya. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar