Olahraga

Madura United Siap Patuhi Instruksi PSSI

Pamekasan (beritajatim.com) – Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim mengaku siap menjalankan kebijakan dalam sebuah keputusan dari induk tertinggi sepakbola tanah air (PSSI) tentang penundaan kompetisi Liga 1 2020.

Hal tersebut tidak lepas dari situasi dan kondisi bangsa yang saat ini tengah berjuang melawan wabah virus corona alias Covid-19, sehingga PSSI mengeluarkan kebijakan konkrit, salah satunya berupa status force majeure (keadaan kahar).

“Madura United akan ikut saran maupun kebijakan dari PT LIB tentang penundaan kompetisi Liga 1. Semua pihak harus sama-sama memahami bahwa situasi saat ini adalah force majeure,” kata Direktur PT PBMB, Zia Ul Haq Abdurrahim, Jumat (27/3/2020) malam.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyatakan bakal mengikuti keputusan PSSI seputar hak maupun kewajiban dari klub yang ditanganinya khususnya untuk pemain, ofisial maupun pelatih. “Hal-hal yang menjadi kewajiban sebagaimana petikan surat dari PSSI, tentunya bukan hal perlu diperdebatkan di tengah situasi saat ini,” jelasnya, singkat.

Berdasar Surat Keputusan PSSI Nomor 48/SKEP/III/2020 tentang Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Musim 2020 dalam Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Virus Corona (Covid-19). Memutuskan enam poin penting berdasar pertimbangan dan lainnya.

Salah satu poin penting dari surat keputusan tersebut, di antaranya PSSI menetapkan empat bulan kedepan (Maret, April, Mei dan Juni 2020) sebagai status keadaan darurat virus corona dan disebut sebagai status force majeure.

Surat keputusan tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkan, yakni terhitung mulai hari ini hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Dalam artian bisa ada perubahan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi serta perkembangan virus corona. [pin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar