Olahraga

Madura United Nyatakan Sikap Liga 1 2020 Tidak Dilanjut

Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC tetap konsisten pada sikap agar kompetisi Liga 1 musim 2020 tidak dilanjutkan dengan berbagai pertimbangan di tengah wabah virus corona alias Covid-19 yang menyebar di seluruh dunia, khususnya di Indonesia.

Hal itu disampaikan pasca adanya wacana kompetisi akan kembali digelar, sekalipun tanpa harus melibatkan suporter untuk mendukung tim kesayangan secara langsung dari tribun, seperti yang diterapkan di salah satu kompetisi Eropa, semisal Bundisliga Jerman.

“Pilihan Madura United untuk tetap konsisten pada pernyataan kompetisi tidak dilanjutkan, atas banyak pertimbangan dan tentunya juga saran bagi PSSI agar lebih mudah dalam merencanakan program berikutnya di tahun 2021,” kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Zia Ul Haq Abdurrahim, Senin (1/6/2020).

Alasan lainnya berdasar hasil rapat virtual bersama perwakilan 18 klub peserta kompetisi tertinggi sepkbola tanah air yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketum PSSI, Iwan Budianto, beberapa waktu lalu. “Pada rapat itu, kami bersam 12 klub lainnya menyampaikan sikap untuk tidak melanjutkan kompetisi,” ungkapnya.

“Selain itu, terdapat satu perwakilan klub yang menyatakan abstain dam lima klub lainnya menyatakan kompetisi tetap berlanjut (sekalipun di tengah pandemi Covid-19),” sambung pria yang akrab disapa Zia.

Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim bersama Greg Nwokolo.

Selain itu, melanjutkan kompetisi musim 2020 dinilai tidak harus untuk kompetisi liga 1 semata. Tetapi pada kasta yang lain juga harus dilanjutkan, baik Liga 2 maupun Liga 3. “Arah melanjutkan kompetisi bukan semata-mata menjalankan kompetisi, sebab penantuan akhir harus ada tim juara maupun tim yang degradasi. Jika hanya liga 1 yang dilanjut dan liga lainnya tidak, ini kan lucu,” jelasnya.

“Apalagi saat ini terlalu dini jika membahas kelanjutan kompetisi, apalagi pucuk pimpinan PT Liga Indonesia masih belum terisi pasca pengunduran diri Komisaris Utama dan Direktur Umum. Namun tidak kalah penting (tidak melanjutkan kompetisi) demi keselamatan semua pihak yang bekerja di pertandingan, baik pemain, medis, perlengkapan maupun seluruh perangkat pertandingan,” pungkasnya. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar