Olahraga

Di Tengah Kevakuman Kompetisi Liga 1

Madura United Fokus Benahi Administrasi dan Infrastruktur

Pamekasan (beritajatim.com) – Manajemen Madura United FC mengalihkan fokus melalukan pembenahan administrasi dan pembangunan infrastruktur, khususnya di tengah vakumnya kompetisi Liga 1 akibat pandemi Coronavirus Disiase 2019.

Terlebih kegagalan mengantongi AFC Club Licence juga menjadi salah satu pelecut semangat manajemen untuk melakukan beragam pembenahan, salah satunya pengembangan sepakbola usia muda (youth development) dengan program renovasi Stadion R Soenarto Pamekasan.

Proses renovasi stadion milik Yayasan Dharmasiswa yang dikontrak manajemen Madura United selama 5 tahun kedepan, bahkan tahapan renovasi juga sudah dilaksanakan sejak November 2020 lalu. Sekaligus diharapkan dapat selesai sebelum kompetisi resmi bergulir.

“Tingginya curah hujan pada musim penghujan tahun ini, semoga tidak menjadi penghalang pembangunan kompleks Training Centre Madura MUFA (Madura United Football Academy),” kata Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi, Senin (4/1/2020).

Upgrading stadion multifungsi karena juga sering dijadikan arena Gubeng, dilakukan sebagai upaya melengkapi beragam kekurangan yang harus segera dilengkapi. Sebagaimana ketentuan AFC, setiap klub harus memenuhi 5 aspek penting untuk memenuhi lisensi federasi sepakbola Asia.

Kelima poin penting tersebut, meliputi aspek legal, financial, supporting, infrastruktur, serta personil dan administrasi. “Sesuai arahan Presiden Klub (Achsanul Qosasi), saat ini kita fokus untuk pembenahan administrasi dan infrastruktur,” kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim.

“Jadi untuk proses pembenahan administrasi, konsolidasi dan pembenahan infrastruktur ini. Di antaranya untuk melengkapi beragam perlengkapan klub, salah satunya sebagai persyaratan untuk AFC Club Licence,” sambung pria yang akrab disapa Zia.

Seperti diketahui, induk tertinggi sepakbola tanah air (PSSI) sempat mengeluarkan edaran seputar lima klub sepakbola Indonesia yang dinyatakan lolos AFC Klub License 2020. Kelima klub tersebut masing-masing Arema FC, Bali United FC, Borneo FC, Bhayangkara FC, dan Persipura Jayapura.

Sementara Madura United sendiri, juga memastikan sudah membubarkan tim di tengah ketidakjelasan kompetisi dan memilih fokus untuk melakukan beragam pembenahan internal. Namun secara umum, seluruh tanggungjawan manajemen sudah diselesaikan, termasuk gaji seluruh pemain maupun tim pelatih. [pin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar