Olahraga

Kendala Evakuasi Plan Gelora Madura

Madura United Ajukan Gelora Delta untuk Lisensi AFC

Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan, markas Madura United FC di Liga 1.

Pamekasan (beritajatim.com) – Manajemen Madura United FC mendaftarkan Stadion Gelora Delta Sidoarjo untuk mendapatkan lisensi dari Konfederasi Sepakbola Asia atau Asian Football Confederation (AFC) yang notabene sebagai badan pengendalian sepakbola di Asia.

Dari lima Kriteria A yang terdiri dari lima aspek berbeda, yakni aspek sporting atau pembinaan usia dini, infrastruktur, manajemen klub, legalitas dan finansial seluruhnya sudah terpenuhi. Namun ada perbedaan dari rencana semula, yakni aspek infrastruktur.

Sebab selama ini, pihak manajemen mengajukan Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan untuk diverifikasi. Hanya saja pasca adanya pantauan dari Tim Asistensi AFC Lisensi dari PSSI, mereka hanya bisa pasrah dengan catatan untuk mengajukan stadion lain selain stadion yang terletak di Desa Ceguk, Tlanakan, Pamekasan.

“Prinsipnya Stadion Gelora Madura sudah banyak yang lolos, hal tersulit untuk bisa dipenuhi adalah evakuasi plan di sekeliling stadion. Itu salah satu rekomendasi dari proses pendampingan PSSI, karena sangat sulit direalisasikan dalam waktu cepat di tahun ini,” kata Sekretaris Madura United FC, Rasyid Mardani dikutip dari website resmi klub, Jum’at (30/8/2019) malam.

Selain itu, total kursi tribun juga masih kurang dari jumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Sekalipun hal tersebut bisa direalisasikan dalam waktu relatif singkat. “Single seat minimal 5 ribu, dan untuk ini sejatinya bisa dipenuhi secepatnya. Tapi yang terberat adalah evakuasi plan itu,” tegasnya.

Stadion Gelora Delta Sidoarjo diajukan untuk kepentingan pendaftaran AFC Lisensi berdasar rekomendasi dan persetujuan dari PSSI maupun Admin AFC. “Penggunaan Gelora Delta sudah disetujui, tinggal bagaimana LOC sebagai pelaksana pertandingan melakukan simulasi untuk menggelar pertandingan,” jelasnya.

“Namun yang pasti, untuk simulasi tersebut nantinya akan dibahas secara matang bersama manajemen lainnya. Termasuk juga bersama dengan LOC Madura United FC,” ungkap pria yang akrab disapa Rasyid.

Sebelumnya Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim sempat menyatakan komitmen menjadikan Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan sebagai stadion standar AFC.

Hal tersebut disampaikan ketika pihaknya menjalin kesepakatan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, untuk mengelola stadion milik pemkab untuk lima tahun kedepan, terhitung sejak Sabtu (6/4/2019) lalu.

Bahkan pihak manajemen juga langsung bergerak cepat dengan melakukan sejumlah perubahan fasilitas di kompleks stadion yang diresmikan oleh Bupati Achmad Syafii, ditandai dengan laga eksekusi antara Persepam melawan Persebaya Surabaya.

Hanya saja, kondisi saat ini memang sangat tidak memungkinkan karena tidak adanya aspek evakuasi plan yang selalu menjadi persoalan untuk meningkatkan kapasitas stadion bertaraf internasional. Sekalipun saat ini pihak manajemen sudah menemukan solusi yang tidak mungkin direalisasikan dalam waktu dekat. [pin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar