Olahraga

Liga 1 Gagal Lanjut, AQ: Tentu Tidak Boleh Sebatas Pengumuman

Pamekasan (beritajatim.com) – Manajemen Madura United FC meminta induk tertinggi sepakbola tanah air (PSSI) khususnya regulator kompetisi Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (LIB) agar memberikan solusi konkrit atas penundaan kompetisi hingga awal 2021 mendatang.

Terlebih proses penundaan kompetisi Liga 1 Musim 2020 juga dilakukan melalui sebuah pengumuman, kontras dengan hasil kesepakatan bersama sejumlah perwakilan klub pada saat pelaksanaan Manager Meeting menyikapi keberlanjutan kompetisi di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Bahkan proses menager meeting menghasilkan sebuah kesepakatan, jika kompetisi diagendakan kembali kick off pada awal November 2020. Sekalipun pada akhirnya kompetisi musim 2020 kembali molor dan dinyatakan gagal dilanjut karena izin dari kepolisian tidak keluar akibat pandemi Covid-19 dan Pilkada Serantak.

“Dari awal sikap Madura United saat jeda kompetisi pada Maret 2020, sudah meminta agar kompetisi tidak dilanjutkan. Karena perkiraan tentang pandemi (Covid-19) akan berlangsung lama,” kata Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi, berdasar rilis yang diterima beritajatim.com, Sabtu (31/10/2020).

Terlebih dalam beberapa kali kesempatan rapat bersama PSSI maupun PT LIB seputar status kelanjutan kompetisi, manajemen tim berjuluk Laskar Sape Kerrab tetap komitmen agar kompetisi tidak dilanjutkan dengan menyarankan agar regulator fokus pada pelaksanaan kompetisi musim berikutnya.

“Saat rapat bersama PSSI tentang lanjutan kompetisi, Madura United memiliki komitmen yang sama agar kompetisi tidak dilanjutkan. Namun saat itu proses keputusan akhir dilakukan dengan voting, dan klub yang menginginkan kompetisi tidak dilanjutkan kalah jumlah suara dari klub yang ingin melanjutkan kompetisi,” ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya tetap ansih mengikuti regulasi maupun tahapan hasil keputusan bersama tanpa sekalipun memikirkan soal boikot kompetisi. “Jadi kalah dalam voting tidak berarti Madura United harus boikot seperti anggapan banyak orang,” tegasnya.

“Bahkan dalam rangka menghormati keputusan bersama di PSSI, Madura United juga membuktikan dengan pelaksanaan latihan bersama sekaligus mempersiapkan tim secara serius. Karena kami memiliki keyakinan bahwa keputusan PSSI sangat serius,” sambung pria yang akrab disapa AQ.

Hanya saja keputusan PSSI yang mengajak klub kontestan serius mempersiapkan kompetisi pada akhirnya kembali gagal akibat izin dari kepolisian kembali tidak keluar. “Tentunya kondisi ini tidak boleh hanya diselesaikan dengan sebatas pengumuman saja,” sentil AQ.

“Apalagi selama ini klub sudah melakukan banyak hal yang perlu diselesaikan dengan keterlibatan federasi secara langsung, utamanya tentang kontrak pemain yang terlanjur diperbaharui untuk memenuhi persyaratan kompetisi,” pungkasnya. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar