Olahraga

LIB Beri ‘Angin Surga’ Kompensasi, Persebaya Minta Kompetisi Disudahi

Surabaya (beritajatim.com) – Lanjutan liga yang kembali ditunda hingga tahun depan, rupanya meninggalkan janji manis. Pasalnya PSSI dan LIB mengeluarkan pemberitahuan terkait pemberian kontribusi komersial yang menjadi hak klub peserta kompetisi.

Namun entah kapan hal itu terealisasi. Hak klub yang kerap disebut subsidi itu baru akan dibayarkan saat lanjutan kompetisi berjalan. Yang direncanakan pada Februari – Juli 2021. Ini seperti tertuang dalam surat LIB yang dikirimkan pada klub Liga 1, kemarin. Persebaya termasuk klub yang menerima surat tersebut.

Menariknya, jumlah yang dibayarkan hanya sebesar 25 persen dari angka Rp 800 juta yang diterima tiap klub. Pemenuhan hak klub sebesar ini akan berlangsung pada Oktober 2020 sampai Januari 2021. Selanjutnya, pada Februari sampai Juli 2021, LIB baru akan membayar penuh, Rp 800 juta. Tapi jangan keburu senang dulu. Masih ada catatan. “Apabila kompetisi berjalan sesuai rencana,” bunyi surat LIB yang ditandatangi direktur utamanya, Akhmad Hadian Lukita.

Dengan kata lain, pemberian kontribusi tersebut menganut syarat dan ketentuan yang berlaku. Nah, bagaimana bila kompetisi tidak berjalan sesuai rencana? Sisi lain, selama masa tunggu tersebut, klub juga masih harus memenuhi hak gaji pemain dan ofisial. “Surat ini tidak menjawab keresahan klub. Justru membuat situasi semakin tidak pasti,” sergah Candra Wahyudi, manajer Persebaya Surabaya.

“LIB menjanjikan hak komersial klub Rp 200 juta selama masa tunggu sebelum kick off. Tapi baru akan dibayar saat kompetisi berjalan. Memang LIB bisa menjamin liga berjalan?” tanyanya lanjut.

Pertanyaan ini bukan tanpa dasar. Dua kali, klub menjadi korban janji PSSI dan LIB soal lanjutan kompetisi. Yakni pada 1 Oktober dan November 2020. Pada dua masa ini, PSSI dan LIB gagal merealisasi janji melanjutkan kompetisi. Padahal, klub sudah berdarah-darah menyiapkan diri.

Daripada terus menebar ketidakpastian, Persebaya meminta PSSI menyudahi saja kompetisi musim ini. Tidak perlu dilanjutkan. Sisa waktu yang ada dipakai recovery. Menyiapkan energi untuk bersiap lebih baik bagi kompetisi tahun depan. “Sudahi saja. Daripada tidak pasti seperti ini. Mari kita himpun energi untuk menyiapkan kompetisi musim depan yang lebih rapi dan lebih baik lagi,” tandasnya. [way/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar