Olahraga

Legenda Persebaya di Jember Meninggal Dunia

Jember (beritajatim.com) – Legenda Persebaya Surabaya, Santoso Pribadi, meninggal dunia setelah terkena serangan jantung, saat bermain bulutangkis di Gelanggang Olahraga Argopuro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (23/2/2019).

Santoso biasa rutin berlatih bulutangkis, kendati usianya sudah mencapai kepala enam. Mendadak sekitar pukul setengah sembilan pagi ia mendadak terjatuh dan dilarikan ke Rumah Sakit Bina Sehat. Namun nyawa pria kelahiran Flores, 16 Agustus 1951 ini tak tertolong.

Santoso pernah bermain untuk Persebaya Surabaya pada 1974-1979. Bersama Rusdi Bahlawan, Yudi Suryata, I Wayan Diana, Subodro, Djoko Malis, Hadi Ismanto, Abdul Kadir, ia membawa Persebaya merajai kompetisi perserikatan era 1970-an. Dia juga pernah memperkuat klub Liga Sepak Bola Utama Tunas Jaya Jakarta dan klub perserikatan Persija Jakarta selama tiga tahun.

Santoso Pribadi pernah beberapa kali menjadi pelatih Persid dan Jember United, klub asal Kabupaten Jember. Ia memang bermukim dan menjadi pegawai negeri di sana.

Kematian Santoso Pribadi membuat terkejut pelaku sepak bola di Jember. “Beliau adalah sosok pelatih yang banyak memberikan cara bermain penuh semangat dan tiada henti memotivasi pemain,” kata Andik Slamet, Bendahara Asosiasi Sepak Bola Kabupaten PSSI Jember.

Santoso santun dan berwibawa. “Sewaktu di lapangan, pemain yang diasuh beliau sangat terfokus pada pertandingan dan berjiwa ksatria. Beliau menghormati siapapun, muda atau tua,” kata Andik.

Bimo, salah satu Bonek mengatakan, Santoso berjasa terhadap Persebaya U17. “Dia menemukan dan memoles bakat Thaufik Hidayat, striker Persebaya U17,” katanya. Thaufik sebelumnya bermain untuk Suryanaga di Jember. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar