Iklan Banner Sukun
Olahraga

Layakkah Liga 2 Musim 2021/22 Disebut Liga? Ini Penjelasannya

Tangkapan layar Instagram @rans.cilegonfc.official

Surabaya (beritajatim.com) – PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang saat ini berperan sebagai operator kompetisi telah mengumumkan format untuk Liga 2 2021/22. Mereka menjelaskan jika 24 klub peserta akan dibagi di empat grup dan akan saling bertanding dengan sistem round-robin.

Dua tim teratas dari masing-masing grup bakal melaju ke babak delapan besar. Untuk selanjutnya, diambil dua tim teratas lagi untuk bertanding pada babak berikutnya. Sehingga nantinya akan tersisa 3 tim yang akan promosi ke Liga 1, diambil dari dua finalis dan klub yang meraih peringkat ketiga. Satu tim di Liga 2 jika tidak lolos fase grup maka mereka hanya akan memainkan pertandingan saja. Apakah jumlah pertandingan itu ideal untuk kompetisi?

Dengan peraturan itu, berarti setiap klub minimal akan bermain di 10 pertandingan. Jika seandainya lolos ke babak 8 besar, pada fase tersebut akan memainkan format yang sama dengan fase grup. Klub yang ikut berpartisipasi akan ikut bertanding 6 pertandingan lagi.

Sementara jika tidak, berarti hanya nambah 3 pertandingan lagi. Seandainya lolos dari babak 8 besar akan ada empat klub yang lolos. Klub tersebut bakal tanding minimal dua kali lagi jika formatnya bukan home & away saat laga semifinal, perebutan tempat ketiga, dan final. Namun, jika format semifinal home & away, klub bakal ada tambahan sekitar 3 pertandingan sampai kompetisi usai.

Format tersebut sebenarnya mendatangkan banyak kontra, namun beberapa klub juga mendukung. Hal yang jadi utama sebenarnya adalah soal kontrak pemain. Sebab, klub mengontrak pemain untuk durasi satu musim yang notabene punya estimasi lebih dari 6 bulan.

Namun, dengan hanya minimal bermain 10 pertandingan, apakah ini berarti para pemain cuma dibayar per pertandingan? Itu cukup membingungkan tentunya. Terlebih lagi, dengan format yang banyak memiliki banyak bagian, tidak akan mampu membuat kompetisi punya jangka panjang. Sebenarnya masalah itu perlu dipikirkan bersama, mengingat Liga 2 merupakan liga yang nanti akan berpengaruh untuk promosi ke Liga 1 Indonesia. [dan/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar