Olahraga

Lapangan Stadion Gajah Mada Rusak, Ini Tanggapan Askab PSSI Kabupaten Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Asosiasi Kabupaten (Askab), Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Mojokerto meminta Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Mojokerto menyelesaikan terkait kerusakan lapangan Stadion Gajah Mada.

Bidang Kompetisi Sepak Bola, Askab, PSSI Kabupaten Mojokerto, Suwondo mengatakan, acara yang digelar di Stadion Gajah Mada saat ini ialah hiburan untuk masyarakat. “Kami belum tahu siapa panitianya. Nama-nama A sampai Z, tidak tahu,” ungkapnya, Sabtu (9/2/2019).

Masih kata Suwondo, karena pihak penyelenggara maupun pengelola tidak ada surat pemberitahuan ke PSSI Kabupaten Mojokerto. Hal tersebut juga sudah dipertanyakan ke Ketua PSSI Kabupaten Mojokerto, menurutnya jika sudah ada surat maka pihaknya tahu.

“Kalau Pak Ketua tahu, maka pasti disampaikan ke kami. Sudah kami tanyakan ke Pak Ketua, tidak ada katanya jadi kami tidak tahu ada acara itu. Ini acara katanya 10 hari. Saya sudah turun ke lapangan, banyak yang rusak, becek dan sebagainya,” katanya.

Padahal, pada Minggu (10/2/1/2019), pihaknya akan rapat untuk menggelar kompetisi sepak bola pembinaan usia dini yang akan digelar bulan Maret 2019 mendatang. Menurutnya, acara tersebut harus tetap digelar namun harus melihat kondisi lapangan juga.

“Acara tetap dijalankan, paling ya liat kondisi lapangan. Kalau becek tidak dipakai, terus kalau ada lubang bagaimana karena masih usia dini sehingga harus di cek dulu mana yang layak. Jika tidak memungkinkan akan kita alihkan tapi kita rapatkan besok,” katanya.

Kegiatan tersebut tidak ada pemberitahuan, menurut Suwondo, dan tidak ada informasi sama sekali. Sehingga kondisi tersebut harus segera diselesaikan secara tuntas, bukan membubarkan acara tapi harus ditata yang baik agar tidak merusak lapangan.

“Kalau dihentikan, malah kami senang karena acara ini diadakan di dalam stadion. Ini stadion utama, kalau rusak tanggapan masyarakat bagaimana? Suporter belum tahu ini kalau rusak, bagaimana kalau mereka tahu? Sebenarnya tidak boleh acara seperti ini, karena lapangan untuk kegiatan olahraga,” tuturnya.

Suwondo menegaskan, jika pihaknya kecewa dengan Disporabudpar Kabupaten Mojokerto selaku pengelola Stadion Gajah Mada terkait kegiatan tersebut. Karena tidak adanya koordinasi atau musyawarah sebelumnya. Pihaknya juga akan segera cros cek ke pihak desa dan kecamatan.

“Pak Djoko (Kadisporabudpar, red) saya mohon maaf, kalau ada izin seperti ini mohonlah di musyawarahkan, di klarifikasikan dulu. Setelah ini, kami akan melangkah cros cek ke pihak Desa Jotangan dan Kecamatan Mojosari, apa ada surat pemberitahuan terkait acara ini,” tegasnya.

Menurutnya, jika tidak ada izin dari pihak setempat yakni Desa Jotangan dan Kecamatan Mojosari agar acara dihentikan sehingga tidak saling menuding satu sama lain terkait kerusakan akibat kegiatan tersebut. Pihaknya tidak berharap ada gejolak di kemudian hari.

“Hari ini tadi ada diklat PSMP usia dini sebenarnya, regenerasi PSMP. Anak-anak mengeluh, akhirnya diklat tidak dilakukan karena melihat kondisi lapangan yang rusak dan becek itu,” pungkasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar