Olahraga

Lapangan Desa Kenanten Jadi ‘Home Ground’ AC Majapahit

Manajer AC Majapahit, Rossi Rahardjo. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Di tengah ketidakpastian digelarnya kompetisi sepak bola, tidak membuat manajemen AC Majapahit berhenti mempersiapkan menghadapi kompetisi. Salah satunya dengan membangun home ground atau pusat latihan.

Klub baru Liga 3 di Mojokerto ini memilih lapangan Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto sebagai home ground. Kerja sama ini sudah dilakukan manajemen dengan pihak desa beberapa waktu lalu.

Tak tanggung-tanggung, Lapangan Desa Kenanten akan dijadikan home ground tim berjuluk Laskar Guntur Geni selama lima tahun kedepan. Secara langsung Presiden Klub AC Majapahit, Raja Siahaan bersama menandatangani kerjasama pengelolaan Lapangan Desa Kenanten.

Manager AC Majapahit, Rossi Rahardjo mengatakan, pemilihan Lapangan Desa Kenanten untuk dijadikan home ground bukan tanpa alasan. “Lapangan sudah ada dan tinggal melakukan pembenahan. Rata-rata lapangan lain sudah dikelola pihak setempat dan sudah dipakai tim-tim lokal,” ungkapnya, Sabtu (17/7/2021).

Masih kata pria yang berprofesi sebagai jurnalis ini, untuk menjadi home ground AC Majapahit, Lapangan Desa Kenanten harus diperbaiki dan ditata ulang dulu karena belum layak. Lapangan tidak rata dan banyak lubang, lebar lapangan juga kurang sekitar 15 meter, sehingga akan dilebarkan.

“Lebarnya kurang, kita akan lebarkan. Tapi masih menunggu tanaman jagungnya dipanen karena ada tanaman jagung di sisi lapangan. Gawang juga terlalu kecil, kita memprediksi masih butuh waktu sekitar 3 bulan untuk renovasi sehingga nantinya layak digunakan sebagai home ground,” jelasnya.

Renovasi Lapangan Desa Kenanten untuk menjadi layak digunakan sebagai home ground AC Majapahit, lanjut Rossi, tidak lain karena AC Majapahit memiliki rencana jangka panjang. Klub baru tersebut ini tidak hanya numpang lewat, satu tahun main kemudian bubar. Namun AC Majapahit ingin berkiprah dan tetap di Mojokerto.

“Karena AC Majapahit yakin dan ingin bisa terus berkiprah di sepakbola nasional, sehingga kami berani mengambil pengelolaan Lapangan Desa Kenanten untuk dijadikan home ground dengan perjanjian kerjasama 5 tahun atau hingga 2026. K depan kami juga bermimpi membangun stadion sendiri sehingga tidak menyewa lagi ke Pemkab Mojokerto,” harapnya.

Saat ini, AC Majapahit sudah mengontrak 19 pemain dengan durasi satu tahun hingga dua tahun. Ini lantaran kontrak pemain di AC Majapahit bukan per musim atau per pertandingan. Tapi kontrak untuk satu tahun penuh. Meski hingga kini belum ada kepastian kapan akan digulirkan sepak bola di Indonesia.

“Seandainya, semoga tidak terjadi. AC Majapahit gagal melaju hingga putaran nasional Liga 3, pemain tetap dipertahankan dan berlatih bersama. Mereka tetap menerima gaji penuh, untuk nilai kontrak pemain AC Majapahit tertinggi mencapai Rp120 juta. Namun ada beberapa pemain yang masih trial,” katanya.

Target manajemen, tambah Rossi, tim akan diisi maksimal 30 pemain dari 35 pemain yang bisa didaftarkan ke PSSI untuk kompetisi Liga 3. Meski diakui, tegas Rossi, manajemen kecewa karena kompetisi ditunda terus tanpa ada kejelasan kapan akan digulirkan.

“Yang jelas kecewa karena ditunda terus, tapi kesehatan dan kemanusiaan lebih penting daripada sekadar sepak bola. Namun di sisi lain, tim pelatih lebih suka karena persiapan lebih lama dan matang. Terkait gaji tdk ada masalah buat AC Majapahit karena kontrak dengan pemain adalah per tahun, bulan per musim kompetisi, jadi tida memengaruhi budget manajemen,” tegasnya. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar