Iklan Banner Sukun
Olahraga

Langkah Persid Jember di Liga 3 Terhenti, Ini Analisisnya

Jember (beritajatim.com) – Langkah Persid dalam Babak 32 Besar Kompetisi Sepak Bola Liga 3 Zona Jawa Timur terhenti, Senin (29/11/2021) malam. Klub kebanggaan masyarakat Kabupaten Jember yang berjuluk Macan Raung ini dikalahkan Persida Sidoarjo 1-2 (1-1) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Persid sempat unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak Indra Lesmana pada menit 17. Dua gol Persida dicetak lewat skema bola mati, yakni tendangan penalti oleh Dani Saputra pada menit 21 dan tendangan bebas Ridwan pada menit 59.

Persid sebenarnya tampil lebih dominan dan ofensif. Tercatat di situs betsapi.com, Persid melakukan 91 serangan, 73 kali di antaranya membahayakan lawan. Sementara Persida melakukan 73 kali serangan, 40 kali di antaranya berbahaya.

Dominasi Persid juga bisa dilihat dari banyaknya bola dilesakkan ke arah gawang Persida, yakni 9 kali tepat sasaran dan 5 kali meleset. Sementara Persida hanya 3 kali tepat sasaran dan 5 kali meleset.

Persid tak sendirian. Seluruh wakil Grup J tumbang di Babak 32 Besar. Banyuwangi Putra kalah 0-1 dari Persema Malang. PSIL Lumajang dilibas 0-3 oleh Persedikab Kabupaten Kediri.

Jaya Hartono, mantan pemain Persid menilai, secara teknis permainan Persid lebih baik. “Baik dari sisi penguasaan bola maupun peluang,” katanya kepada beritajatim.com, Selasa (30/11/2021).

Jaya menyoroti wasit yang memimpin pertandingan. “Banyak keputusan yang lebih menguntungkan tuan rumah. Tapi seharusnya ini sudah diantisipasi pelatih. Salah satunya dengan menginstruksikan pemain menghindari pelanggaran di daerah berbahaya yang memungkinkan lawan mengonversi peluang dari skema bola mati menjadi gol. Pemain juga mungkin bisa bersabar dalam bertahan ketika kehilangan bola,” kata

Sementara itu, mantan pelatih Persid Achmad Jaenuri menyoroti keputusan pelatih Riono Asnan meletakkan Eka Kurniawan di posisi gelandang bertahan. “Kenapa tidak dikembalikan ke posisi kanan? Selama pertandingan babak penyisihan. Serangan muncul dari kanan. Kenapa? Tengahnya cukup mobile. Terbukti kita mainnya menang,” katanya.

Jaenuri memuji penjaga gawang Persida. “Posisinya tepat terus. Persida punya algojo penendang jitu. Terbukti dari gol kedua. Kalau secara tim Persida biasa saja. Persid main cukup bagus. Hanya peluang mereka digagalkan kiper lawan,” katanya. Jaenuri juga mengkritik lini depan Persid yang kebingungan menggedor pertahanan Persida. (wir/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar