Iklan Banner Sukun
Olahraga

Laga Ketat Dengan Tempo Tinggi, Chelsea dan Liverpool Harus Rela Berbagi Angka

(Foto: Twitter, @ChelseaFC)

Surabaya (beritajatim.com) – Chelsea dan Liverpool memulai pertandingan pertama di tahun 2022 dengan kondisi yang kurang ideal. Liverpool kembali di landa krisis pemain akibat Covid.

Bahkan, Jurgen Klopp tak bisa mendampingi tim asuhannya bertandang ke Stanford Bridge karena alasan serupa; positif covid. Sedangkan Chelsea sedang mengalami masalah internal akibat polemik yang disebabkan oleh Lukaku. Beberapa pemain Chelsea juga masih menjalani karantina.

Meski begitu, pertandingan masih tetap berjalan dengan ketat dan seru. Kedua tim bergantian melakukan serangan dan bermain dengan agresif. Kartu kuning bahkan sudah dikeluarkan wasit beberapa detik setelah kick off.

Bermain di depan publik sendiri, Chelsea mencoba untuk menguasai pertandingan sejak menit awal. Mengandalkan Kante dan Kovacic di lini tengah, Chelsea mengurung para pemain Liverpool di area pertahanan.

Mereka pun sempat mendapatkan peluang besar di menit ke 7. Havertz yang melakukan pressing ketat di kotak pinalti Liverpool berhasil memblok sapuan dari Alexander-Arnold.

Bola kemudian mengarah ke Pulisic yang berdiri dengan bebas di depan gawang Liverpool. Sayang, bola di kaki Pulisic bisa diambil dengan baik oleh kiper Liverpool, Kelleher.

Dua menit berselang, ganti bek Chelsea yang melakukan kesalahan dan berbuah gol. Coba memotong umpan silang Jota, Chalobah melakukan sundulan sambil menjatuhkan diri. Sayang, bola kemudian bisa diambil oleh Mane.

Ia pun berdiri bebas berhadapan dengan Mendy. Setelah melakukan beberapa gerakan, Mane kemudian berhasil memasukkan bola ke gawang Chelsea yang kosong. Liverpool memimpin 0-1 di menit ke-9.

Chelsea juga sempat mendapatkan peluang emas kedua mereka. Umpan silang Mount dari sayap kanan ke kotak pinalti, berhasil menemukan Alonso yang berdiri bebas di sisi kiri.

Alonso kemudian berlari menyongsong umpan Mount dengan tendangn voli. Sayang, arahnya masih melebar dari gawang dan peluang terbuang percuma.

Kembali gagal memanfaatkan peluang, Chelsea malah kembali tertinggal. Setelah melakukan kombinasi umpan dengan Salah dan Henderson, Alexander-Arnold melepaskan umpan terobosan ke sisi kiri pertahanan Chelsea.

Salah yang berlari dari belakang berhasil mengejar bola dan melakukan penetrasi ke dalam kotak pinalti. Berhasil melepaskan diri dari penjagaan Alonso, Salah kemudian melepaskan tendangan keras ke tiang dekat yang sudah di jaga Mendy. Bola pun meluncur deras ke gawang melewati kiper asal Senegal tersebut.

Namun, usaha yang dilakukan Chelsea untuk terus melakukan serangan, membuat keunggulan Liverpool tak bisa bertahan lama. Menjelang turun minum, di menit ke 42, Chelsea berhasil mengejar ketinggalan berkat gol dari Kovacic.

Memanfaatkan bola rebound dari hasil sepakan pojok yang dilakukan Mount. Gelandang asal Kroasia tersebut berhasil melepaskan tendangan voli spektakuler yang meluncur ke sisi kiri atas gawang Kelleher.

Hanya butuh empat menit bagi Chelsea untuk menggandakan gol mereka. Rudiger berhasil memenangkan duel dengan Salah untuk mengirimkan bola menuju Kante. Kante yang terlepas dari jebakan offside kemudian mengangkat bola melewati pemain bertahan Liverpool untuk membebaskan Pulisic berlari membawa bola ke gawang Kelleher.

Kali ini, Pulisic tak menyianyiakan kesempatan dan berhasil melepaskan tendangan kaki kiri yang menghujam gawang Kelleher untuk membawa Chelsea menyakakan kedudukan di menit ke 45.

Babak kedua pun berlangsung dengan ketat. Chelsea masih menjadi tim yang lebih banyak menguasai bola. Sedangkan Liverpool beberapa kali berhasil menciptakan peluang emas dari serangan balik cepat mengandalkan pergerakan dari Salah dan Mane.

Untungnya, baik Kelleher dan Mendy mampu tampil dengan baik. Sehingga, beberapa peluang emas yang dimiliki Salah, Mane Serta Pulisic tak berhasil menjadi gol. Skor pun bertahan imbang dan kedua tim harus rela berbagi satu angka dan kelilangan dua angka untuk mengejar Manchester City. [tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar