Iklan Banner Sukun
Olahraga

Lawan Bhayangkara FC

Laga Hidup dan Matinya Persela Lamongan di Liga 1

Persela ketika menjalani salah satu laga. (Foto dok PerselaFC)

Lamongan (beritajatim.com) – Tim papan bawah Liga 1 Persela Lamongan bakal menghadapi lawannya Bhayangkara FC pada Minggu (19/3/2022), di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.

Terbilang, pertandingan tersebut merupakan laga partai hidup mati yang harus dihadapi oleh tim berjuluk Laskar Joko Tingkir. Pasalnya, Persela terancam bakal mengikuti jejak Persiraja Banda Aceh yang sudah dipastikan turun kasta ke Liga 2 pada musim depan.

Seperti diketahui, saat ini Persela tertahan di urutan ke-17 dengan raihan 21 poin dari 31 laga yang dilakoninya, yakni 3 kali menang, 12 kali imbang, dan 16 kali kalah. Maka, untuk menyelamatkan Persela agar tak jatuh ke Liga 2, sejumlah syarat wajib dibayar lunas.

Adapun syarat tersebut di antaranya Persela harus mampu menyapu bersih 3 laga sisanya, yaitu saat melawan Bhayangkara FC, PSS Sleman, dan PSIS Semarang. Sehingga, tim asal Kota Soto ini bisa menggeser rivalnya Barito Putera yang kini bercokol di urutan ke 15 klasemen Liga 1.

Syarat kedua, Barito Putera harus menelan 3 kali kekalahan secara beruntun di sisa laganya. Nasib Persela bergantung pada laga yang dijalani Barito Putera, yang saat ini masih berselisih 8 angka atas Persela.

Dengan demikian, apabila Barito mampu menambah 1 poin saja dari 3 laga terakhirnya saat melawan Persik Kediri, Persita Tangerang, dan Persib Bandung, maka Persela dipastikan tumbang.

Pelatih Persela Lamongan, Ragil Sudirman didampingi pemainnya M Zaenuri saat konferensi pers, Sabtu (19/3/2022).

Jelang Persela Lamongan Vs Bhayangkara FC

Pelatih sementara Persela Lamongan, Ragil Sudirman mengklaim, bahwa untuk menghadapi Bhayangkara besok pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapan, utamanya mengenai mental para anak didiknya.

Bagi Ragil, mempersiapkan mental pemainnya menjadi suatu hal yang penting. Mengingat, Bhayangkara FC masih berambisi meraih gelar juara Liga 1, sehingga laga ini tak akan mudah bagi Persela.

“Untuk pertandingan besok, secara mental sudah siap. Intinya anak-anak kami motivasi. Pertandingan besok itu final. Yang jelas kita harus menang lawan Bhayangkara, agar Persela bisa naik,” ungkap Ragil, Sabtu (19/3/2022).

Optimisme yang dimiliki oleh Persela ini bukan tanpa alasan, menurut Ragil, di pertandingan terakhirnya melawan Persipura kala itu, Bhayangkara berhasil dijinakkan oleh tim Mutiara Hitam yang notabennya juga berada di papan bawah. Sehingga, ini menjadi celah yang bisa dimanfaatkan.

“Itu pun jadi motivasi bagi anak-anak, Persela dimotivasi bahwa kita juga bisa. Kita akan kerja keras untuk memenangkan pertandingan besok,” imbuh Ragil.

Kendati demikian, Ragil mengakui, bahwa mengalahkan Bhayangkara tak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi, tim The Guardian, julukan Bhayangkara FC, ditunjang oleh sejumlah materi pemain yang cukup memadai.

“Bhayangkara adalah tim papan atas. Yang jelas, materi pemainnya juga bagus-bagus, seperti Dendy Sulistiyawan dan Herman Dzumafo yang pernah memperkuat Persela. Kita harapkan nanti pemain Persela harus bermain disiplin, maksimal dan ada kemauan,” bebernya.

Terakhir, Ragil berharap, seluruh pertandingan yang tersisa di Liga 1, Persela bisa menyapu bersih pertandingan. Dengan begitu, peluang Persela untuk selamat dari bayangan degradasi masih terbuka.

“Yang jelas pertandingan besok yang paling menentukan (nasib) kita. Bisa atau enggak besok. Jadi besok itu harga mati, kita harus menang kalau kepengen kita tetap di Liga 1,” pungkasnya. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar