Iklan Banner Sukun
Olahraga

Kota Malang Anggap Panitia Porprov VII Tidak Tegas, Karena Terima Laporan Keabsahan Pemain

Pemberangkatan atlet Kota Malang menuju Porprov Jatim VII.

Malang(beritajatim.com) – KONI Kota Malang menilai Panitia Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII tidak tegas karena masih saja menerima protes dari daerah lain terkait keabsahan pemain cabang olahraga tertentu.

Seharusnya persoalan keabsahan selesai sebelum gelaran multievent regional Jatim ini digelar.

“Menyayangkan ketidak tegasan panitia kalau masih membuka lagi permasalahan keabsahan. Harusnya keabsahan sudah final saat panitia selesai melakukan verifikasi keabsahan,” kata Seketaris KONI Kota Malang, Anang Fatoni, Jumat, (1/7/2022).

Anang menilai verifikasi sudah dilakukan sejak awal. Saat verifikasi rampung artinya tidak ada persoalan tentang keabsahan atlet.  Kemudian saat Porprov sudah dimulai semua kontingen saatnya fokus pada pertandingan bukan lagi pada keabsahan atlet.

“Saat ini waktunya bertanding. Bukan lagi bicara masalah keabsahan,” imbuh Anang.

Kota Malang pun memilih cuek dengan tuduhan dari daerah lain soal keabsahan atlet cabor tertentu. Saat ini Kota Malang fokus mengejar target runner up Porprov. Apalagi gelaran ini hanya menyisahkan 2 hari lagi.

“Kami fokus pada gelaran Porprov yang tinggal 2 hari. Mohon do’a dan dukungan dari masyarakat Kota Malang, bagi atlet Kota Malang yang sedang berjuang. Agar Kota Malang menjadi runner up PORPROV VII,” ujar Anang.

Sebelumnya, Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Jember melayangkan surat protes kepada Panitia Disiplin Futsal Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII, usai pertandingan tim perempat final futsal putra Jember melawan Kota Malang, di Jember, Kamis (30/6/2022).

AFK Jember mempersoalkan status enam pemain Kota Malang. Mereka diturunkan dalam pertandingan-pertandingan sebelum melawan Jember. “Teman-teman AFK Jember menduga adanya dokumen ganda, pemain tidak sah, dan keikutsertaan pemain pada event porprov di dua tempat berbeda,” kata Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Jember Sutikno, Jumat (1/7/2022).

KONI Jember sudah meneruskan protes itu kepada KONI Jawa Timur untuk ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku. Surat protes tersebut dilampiri bukti sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) enam pemain tersebut. Dalam pertandingan tersebut Jember kalah tipis 4-5.

“Kami masih menanti keputusan dari Panitia Disipilin Porprov,” kata Ferry Anggriawan, manajer tim futsal Jember. (luc/ted)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar