Olahraga

Koni Jember Diguncang Tuntutan Musorkablub Jelang Porprov Jatim

Ketua Koni Jember Abdul Haris Afianto

Jember (beritajatim.com) – Menjelang penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VII, Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Jember diguncang ketidakpuasan sejumlah pengurus cabang olahraga.

Ketidakpuasan terhadap kinerja Koni di bawah kepemimpinan Abdul Haris Afianto ini terlihat dalam acara tasyakuran pelantikan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, yang digelar Asosiasi Sepakbola Kabupaten (Askab) PSSI Jember, di Rumah Makan Terapung, Minggu (21/3/2021). Ada pengurus dari 30 cabang olahraga yang hadir kemarin.

“Kemarin yang diundang adalah insan olahraga. Saya juga diundang mewakili insan olahraga karate. Tapi tidak mengatasnamakan (pengurus) cabor. Tapi ternyata hadir ketua-ketua (pengurus cabor),” kata Sujatmiko, Ketua Harian Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Jember yang didapuk menjadi juru bicara dalam acara itu, Senin (22/3/2021).

Sujatmiko mengatakan, pihaknya ingin ada restrukturisasi di Koni. “Ini agar sinergi semuanya,” katanya seusai acara.

Sujatmiko menunjuk situasi dan kondisi dunia olahraga di Jember selama lima tahun terakhir. “Lima tahun apa yang bisa kita perbuat? Tidak ada apa-apa sama sekali. Semuanya mengeluh. Ini saya hanya sebatas menyampaikan keluhan-keluhan para pegiat insan olahraga di Jember,” katanya.

Sujatmiko sudah menyampaikan kondisi tersebut kepada Bupati Hendy Siswanto. “Prestasi olahraga Jember melorot. Peringkat kita (di Porprov) melorot jauh dari 17 ke 24,” katanya.

Dalam Porprov V Tahun 2015, Jember menduduki urutan 17 dari 38 kabupaten dan kota dengan raihan 5 emas, 9 perak, 7 perunggu. Saat itu, Ketua Koni Jember dijabat Ahmad Halim yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Jember.

Dalam Porprov VI Tahun 2019, Jember menduduki peringkat 24 dengan raihan 7 emas, 2 perak, dan 9 perunggu. Kali ini Ketua Koni dijabat Afianto untuk periode 2018-2022. “Dari situ indikasi pembinaan olahraga di Jember kurang optimal,” kata Sujatmiko.

Sujatmiko mengingatkan, tahun depan Jember menjadi tuan rumah Porprov VII bersama Situbondo, Lumajang, dan Bondowoso. “Bisa dibayangkan, kalau nanti prestasi kita sebagai tuan rumah tidak bisa jadi juara umum, ya kan memalukan. Dengan potensi Jember yang sedemikian rupa ini menurut saya modal kita dengan bupati yang baru ini. Beliau juga setuju untuk memajukan itu,” katanya.

Para pengurus cabor menginginkan adanya Musyawarah Olahraga Luar Biasa Kabupaten Jember (Musorkablub). Seharusnya kepengurusan Koni Jember saat ini habis masa baktinya pada 2022. Namun, menurut Sujatmiko, ada keinginan untuk mempercepat penyelenggaraannya.

“Di samping itu, menurut kawan-kawan ada kewajiban-kewajiban pengurus Koni yang belum dilaksanakan, seperti melaksanakan rapat kerja olahraga kabupaten yang itu diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Koni. Setelah ada musyawarah olahraga kabupaten kan biasanya ada rapat kerja untuk menyusun kegiatan jangka pendek, menengah, dan panjang,” kata Sujatmiko.

Pembaruan kepengurusan ini, menurut Sujatmiko, juga untuk menyambut target Bupati Hendy Siswanto dalam Porprov Jatim VII tahun depan. “Bupati menargetkan Jember sebagai juara umum. Ini sangat menggembirakan, karena bupati akan memberi perhatian. Tidak hanya slogan. Inilah pentingnya kita melakukan pembaruan kepengurusan,” katanya.

Ketua Koni Jember Abdul Haris Afianto menilai, tak banyak cabor yang menghendaki mosi tidak percaya dan menginginkan pergantian posisi ketua Koni. “Kalau hitung-hitungan kemarin dengan tim verifikasi maksimal hanya delapan sampai sepuluh cabor yang melakukan mosi tidak percaya,” katanya.

Afianto mengingatkan, instruksi bupati adalah restrukturisasi. “Yang tidak aktif akan kita ganti dengan cabor-cabor yang aktif. Bukan membuang. Ketua Koni-nya pun tidak dibuang,” katanya.

“Bisa mereka melakukan musorkablub dengan syarat dukungan dua pertiga suara dari 42 suara (cabor) atau sekitar 28 suara. Itu paling banter dihitung oleh teman-teman, dukungan cabor yang sudah saya pegang sekitar 24, dengan SK yang mati lima, yang abstain enam cabor. Yang abstain ini bisa berubah jadi empat cabor. Yang dua cabor ikut mosi tidak percaya,” kata Afianto.

“Saya walau dibeginikan tetap sabar. Karena fokus saya bukan masalah musorkablub ini. Agenda saya adalah bagaimana menyiapkan porprov yang hebat, yang megah, yang meriah, yang spektakuler. saya fokus dengan teman-teman cabor tim monev sebanyak 15 orang di Koni Jember. Bagaimana dengan biaya seadanya, biaya minim bisa eksis terus memonitor atlet-atlet kita,” kata Afianto.

“Prestasi jeblok bukan karena Koni tidak bisa bekerja, tapi karena tidak ada anggaran sama sekali. Jadi jangan salah paham. Memang peringkat kita turun dari 17 ke 24. Tapi secara jumlah medali, kita naik,” kata Afianto. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar